MANADOPOST.ID - Masyarakat korban bencana abrasi di Kecamatan Amurang, yang pada Juni 2022 lalu, rumahnya hilang dan ambruk akibat abrasi besar di Pantai Boulevard Amurang, Kelurahan Uwuran Dua, kini senang dan gembira.
Pasalnya, semua masyarakat yang kehilangannya rumah sekarang telah resmi menerima kunci. 114 unit rumah telah diberikan kepada masyarakat. Rumah warga korban abrasi tersebut, tidak akan terbangun jika tidak ada kepastian lahan pembangunan.
Namun atas dasar kemanusiaan, Steven Kandouw langsung gerak cepat mengalokasikan lahan milik pribadi seluas 5 hektare untuk dibangun hunian tetap bagi warga korban bencana abrasi.
Steven Kandouw juga diketahui masih sangat dekat ikatan keluarga dengan masyarakat Minsel khususnya Amurang. Diketahui, Ayahanda Steven Kandouw, yakni PO Kandouw memiliki keluarga besar di Kelurahan Rumoong Bawah, Kecamatan Amurang Barat.
Bahkan tanpa kepentingan, Steven Kandouw langsung memberikan tanah 5 hektar kepada masyarakat, agar Pemerintah Pusat bisa langsung membangun hunian tetap milik warga korban abrasi. Tidak adanya kepentingan tersebut terlihat ketika Steven Kandouw tidak gembar gembor memberitahukan bahwa tanah tersebut adalah milik pribadi.
Steven Kandouw juga tidak sering datang ke lokasi hunian tetap, untuk meminta balas budi atas tanah tersebut. Bahkan tidak banyak masyarakat di Amurang, tahu bahwa tanah tersebut adalah pemberian Steven Kandouw pada 2022 silam.
Defry Siwalete salah satu masyarakat di Kecamatan Amurang, ketika ditemui Manado Post, mengaku kaget jika tanah tersebut adalah pemberian Steven Kandouw.
"Saya baru tau juga kalau tanah itu milik pribadi dari Steven Kandouw. Karena tidak ada informasi tentang asal usul tanah yang dibangun hunian tetap tersebut. Saya pikir itu adalah tanah pemerintah. Ya sosok begini yang tulus. Tangan kanan memberi, tangan kiri tidak tahu. Salut saya kepada pak Steven Kandouw," bebernya.
Arnold Durandt salah satu masyarakat korban bencana abrasi yang menerima hunian tetap mengungkapkan rasa terima kasih kepada Steven Kandouw atas pemberian tahan 5 hektare tersebut.
"Terima kasih pak Steven Kandouw. Tanah dan bangunan yang dibangun pemerintah sangat membantu kita semua disini. Saya bukan keluarga, bahkan Pak Steven Kandouw tidak mengenal saya, tetapi beliau membantu kami secara tulus. Kalau tidak ada tanah ini, kita tidak tau mau tinggal dimana kedepannya. Rumah kami jebol masuk ke laut. Sekarang kita sudah bisa hidup dan beraktivitas lagi. Terima kasih pak Steven Kandouw," ungkapnya.
Ketulusan Steven Kandouw dalam mengalokasikan 5 hektar lahan tersebut juga mendapatkan apresiasi besar dari Gubernur Sulut Prof (HC) Dr (HC) Olly Dondokambey (OD). Menurut Gubernur OD pembangunan Huntap ini tidak hanya menjadi proyek fisik, tetapi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dapat menghadirkan solusi bagi masyarakat yang tengah menghadapi bencana.
“Relokasi biasanya memakan waktu lama, tapi syukur karena Pak Steven Kandouw menghibahkan tanah secara gratis untuk warga yang terdampak abrasi,” tambah Gubernur OD, yang dengan bangga mengungkapkan bahwa sinergi ini memperlihatkan kuatnya rasa kepedulian antara pemimpin dan rakyat.
Steven Kandouw, yang dengan tulus menyerahkan tanahnya untuk kepentingan masyarakat, menyebut bahwa hibah tersebut dilandasi rasa kemanusiaan.
“Ini adalah wujud dari kepedulian kami untuk saudara-saudara yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana. Kami berharap, rumah ini bisa menjadi tempat baru bagi mereka untuk memulai hidup yang lebih baik,” ujar Calon Gubernur Sulut itu. (ewa)
Editor : Baladewa Setlight