MANADOPOST.ID-Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dibawa kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw (OD-SK), mengukir prestasi hebat di bidang pengelolaan anggaran di tahun 2024.
Data yang diperoleh Manado Post, realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) Pemprov Sulut tahun 2024, masing masing tumbuh 9,26 dan 4,52 persen YoY (dibanding tahun 2023).
"Realisasi APBD Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara sampai dengan 20 Desember 2024 mencatatkan pendapatan daerah sebesar Rp3,41 triliun (85,88% dari target Rp3,97 triliun) atau tumbuh positif sebesar 9,26 persen (yoy).
Sedangkan komponen belanja daerah terealisasi sebesar Rp3,13 triliun (79,07% dari pagu tahunan Rp3,96 triliun) atau tumbuh positif sebesar 4,52
persen (yoy)," jelas Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Sulawesi Utara Clay J.H. Dondokambey, S.STP, MAP, lewat press rilis yang dikirim ke Manado Post.
Lanjut Clay, penerimaan pajak daerah telah terealisasi sebesar Rp1,21 triliun (95,19% dari target Rp1,27 triliun). Capaian ini mengalami pertumbuhan positif secara y-o-y sebesar 3,63%.
"Kenaikan tersebut dikarenakan
meningkatnya penerimaan PKB, BBNKB, PBBKB, dan Pajak Rokok dibandingkan tahun lalu," jelas Kaban Keuangan.
Lanjut Clay, pendapatan retribusi daerah juga mengalami pertumbuhan positif secara y-o-y sebesar 6,61%. Kenaikan terutama disebabkan oleh peningkatan penerimaan retribusi jasa umum.
Pendapatan transfer dari Pemerintah Pusat telah terealisasi Rp1,92 triliun (82,48% dari target Rp2,33 triliun) atau tumbuh positif sebesar 14,14 persen (yoy).
Realisasi Transfer ke Daerah tersebut terutama didominasi oleh Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Bagi Hasil (DBH).
Realisasi belanja Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mengalami pertumbuhan positif secara y-o-y sebesar 4,52%.
Belanja operasi mencapai realisasi Rp2,38 triliun (81,40% dari target Rp2,92 triliun) yang diantaranya untuk belanja barang dan jasa, belanja pegawai, belanja subsidi, belanja
bunga, belanja hibah dan bantuan sosial.
Belanja modal mencapai realisasi Rp254 miliar yang didominasi untuk belanja modal gedung dan bangunan, jalan, jaringan, irigasi, serta peralatan dan mesin.
Belanja transfer mencapai realisasi Rp494,18 miliar yang merupakan bagi hasil kepada 15 kabupaten/kota di Sulawesi Utara.
Dapat diinformasikan bahwa Dana Alokasi Khusus Fisik telah tersalur seluruhnya secara tepat waktu kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara sebesar Rp302,62 miliar.
"Dana ini digunakan untuk belanja fisik terkait dengan bidang pendidikan SMA SMK SLB, kesehatan dan KB, industri kecil dan menengah, pertanian, kelautan dan perikanan, pariwisata, jalan, dan irigasi," jelas Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Sulawesi Utara Clay J.H. Dondokambey, S.STP, MAP. (*)
Editor : Tommy Waworundeng