Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Banyak yang Belum Tahu, Ini Kepanjangan Gas LPG yang Lagi Langka di Masyarakat

Grand Regar • Senin, 3 Februari 2025 | 21:34 WIB

Ilustrasi penjual gas elpiji. Foto:  jpnn
Ilustrasi penjual gas elpiji. Foto: jpnn
MANADOPOST.ID-Tanpa disadari masih banyak masyarakat yang belum mengetahui kepanjangan dari LPG. Padahal LPG kini menjadi kebutuhan pokok di dapur.

Penulisan yang benar untuk gas elpiji adalah LPG (liquefied petroleum gas). LPG adalah gas bumi yang dicairkan dan merupakan salah satu bentuk energi yang banyak digunakan.

LPG adalah salah satu bentuk energi yang banyak digunakan di berbagai sektor, mulai dari rumah tangga hingga industri. Sebagai sumber energi yang efisien dan ramah lingkungan, LPG telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

LPG merupakan campuran gas hidrokarbon yang mudah terbakar, seperti propana, butana, dan propilena. Gas ini dicairkan dengan tekanan tertentu untuk memudahkan pengangkutan, penyimpanan, dan penanganannya.

LPG memiliki beberapa jenis, di antaranya: LPG propana, LPG butana, LPG campuran (mix). LPG merupakan sumber energi yang ramah lingkungan dan efisien.

Diketahui, saat ini LPG sedang langka. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan soal transisi pengecer LPG 3 kg ke pangkalan.

Mulai 1 Februari 2025 para pengecer LPG 3 kg diminta beralih fungsi menjadi pangkalan resmi Pertamina. Bahlil menyatakan, butuh penyesuaian dalam implementasi aturan baru. Tapi menurutnya pemerintah tidak bermaksud membuat masyarakat kesulitan memperoleh LPG 3 kg.

“Kami tidak bermaksud sama sekali untuk membuat masyarakat kita seolah-olah atau merasa sulit mendapatkan LPG," ujarnya dalam Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI Senayan, Jakarta Pusat, Senin (3/1/2025).

“Menyangkut dengan LPG yang sekarang lagi kelangkaan, yang sekarang lagi terjadi di masyarakat, kita ini sekarang lagi menata tentang pola distribusi penjualan LPG," sebut Bahlil.

"Tadinya mereka menjadi pangkalan, tetapi syaratnya terlalu besar yang disyaratkan oleh Pertamina. Maka tadi rapat di kantor ini juga dengan teman-teman Pertamina, kita membuat kesimpulan agar pengencer ini menjadi sub-pangkalan," bebernya.

“Tujuannya apa? Agar LPG yang dijual itu betul-betul harganya masih terkontrol karena itu lewat aplikasi. Agar betul-betul masyarakat bisa mendapatkan LPG dengan baik dan kemudian juga dengan harga yang terjangkau," tutup Ketum Golkar tersebut.(gnr)

Editor : Grand Regar
#kelangkaan #LPG #Elpiji