Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Bencana Hidrometeorologi Melanda Sulut, Potensi Berlangsung Selama 5 Hari, Ini Fenomena Alam yang Terjadi

Baladewa Setlight • Sabtu, 22 Maret 2025 | 19:22 WIB
Muhammad Candra Buana
Muhammad Candra Buana

MANADOPOST.ID – Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) tengah menghadapi bencana hidrometeorologi yang melanda hampir 15 kabupaten/kota.

Kota Manado menjadi wilayah terdampak paling parah, di mana selama dua hari terakhir banjir dan tanah longsor menerjang berbagai kecamatan.

Hingga Sabtu (22/3/2025), hujan deras dengan intensitas tinggi masih mengguyur Manado, disertai angin kencang yang semakin memperburuk kondisi.

Banyak wilayah yang terendam air, sementara tanah longsor mengancam kawasan perbukitan dan permukiman padat.

Fenomena cuaca ekstrem ini mendapat perhatian serius dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi, Muhammad Candra Buana, menjelaskan bahwa kondisi ini dipicu oleh pusat tekanan rendah di atas Papua yang menyebabkan belokan angin di atas Sulut.

"Belokan angin ini memicu pertumbuhan awan konvektif yang diperparah dengan posisi matahari di ekuator, sehingga meningkatkan penguapan dan mempercepat pembentukan awan hujan. Kondisi seperti ini biasanya berlangsung selama 3-5 hari," ujar Candra.

BMKG mengingatkan bahwa fenomena cuaca ini masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama di wilayah rawan banjir dan longsor.

Akibat cuaca ekstrem ini, beberapa wilayah mengalami lumpuh total. Sejumlah ruas jalan utama terendam banjir, aliran listrik di beberapa kawasan terputus, dan beberapa warga terpaksa mengungsi.

Pemerintah daerah bersama tim SAR dan BPBD terus berupaya melakukan evakuasi serta menyalurkan bantuan kepada korban terdampak.

Sementara itu, BMKG terus melakukan pemantauan intensif dan memberikan pembaruan informasi terkait potensi cuaca ekstrem.

Masyarakat diimbau untuk mengikuti perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG serta menghindari aktivitas di daerah rawan bencana.

Dengan kondisi atmosfer yang masih belum stabil, kewaspadaan menjadi kunci utama dalam menghadapi bencana ini. (ewa)

Editor : Baladewa Setlight
#Longsor #BMKG #sulawesi utara #Banjir #Kota Manado #Bencana Hidrometeorologi