MANDOPOST.ID- Aktivis media sosial Permadi Arya atau yang dikenal sebagai Abu Janda dan Monique Rijkers jangan asal ngomong.
Kalian berdua harus tahu sejarah lengkap Yerusalem. Ini daftar bangsa bangsa yang pernah menguasai Tanah Suci tersebut.
Sebelumnya Abu Janda menjelaskan, sebelum konflik terjadinya Perang Dunia I, wilayah yang kini menjadi Israel dan Palestina merupakan bagian dari Kekaisaran Ottoman. Sebuah kekaisaran besar yang dipimpin oleh Turki dan menguasai banyak wilayah di Timur Tengah selama berabad-abad dan Yerusalem salah satu provinsinya.
Setelah Kekaisaran Ottoman mengalami kekalahan dalam Perang Dunia I, kekuasaan atas wilayah tersebut berpindah tangan. Permadi menyebutkan bahwa wilayah itu kemudian berada di bawah administrasi Britania Raya melalui sistem yang dikenal sebagai Mandat Inggris untuk Palestina.
“Pada masa itu tidak ada negara Palestina yang berdaulat. Wilayah tersebut berada di bawah pengelolaan Inggris setelah runtuhnya Kekaisaran Ottoman,” jelas Permadi dalam penjelasannya.
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa secara historis wilayah tersebut berada di bawah administrasi Inggris sebelum akhirnya dibahas dalam forum internasional.
Permadi menambahkan bahwa pembagian wilayah tersebut kemudian diatur melalui keputusan internasional oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1947.
Melalui Rencana Pembagian Palestina 1947, PBB mengusulkan pembentukan dua negara di wilayah tersebut, yakni negara Yahudi (Israel) dan negara Arab (Palestina). Usulan ini menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah konflik yang hingga kini masih berlangsung di kawasan tersebut.
Penjelasan Permadi Arya tersebut kembali memicu diskusi publik mengenai sejarah panjang konflik Israel–Palestina serta bagaimana dinamika politik internasional membentuk peta wilayah di Timur Tengah hingga saat ini.
Sebelumnya juga aktivis pro-Israel, Monique Rijkers, secara tegas menyatakan bahwa Israel tidak pernah menjajah Palestina. Dalam program Rakyat Bersuara di iNews TV pada 3 Maret 2026, ia menantang audiens untuk menyebutkan tahun berapa penjajahan tersebut dimulai. Ia menegaskan pandangannya bahwa narasi penjajahan itu tidak pernah ada.
Berikut sejarah lengkap kota maha suci maha kudus Yerusalem dari tahun 2800 SM sampai tahun 1948. Dan daftar bangsa bangsa yang pernah menguasainya.
Yerusalem 1948 M
Pada tahun 1948 David Ben Gurion memimpin Bani Israel untuk kembali ke tanah perjanjian dan membangun kembali tanah tersebut. Termasuk kembali menjadikan Yerusalem sebagai Ibukota Israel. Dan berencana membangun kembali Bait Allah Salomo atau Bait Allah Ketiga. Karena Bait Allah kedua telah dihancurkan tahun 70 Masehi oleh Romawi yang dipimpin Titus.
Masa Ottoman Turki 1517-1913 M
Ottoman mengalahkan Mameluk dan merebut Israel. Sultan Sulieman membangun kembali dinding Yerusalem. Beberapa penguasa lainnya mengikuti tanpa ada keinginan untuk membangun kembali atau memperbaiki Kota Yerusalem.
Masa Mameluk 1250-1517
Kerajaan Yerusalem yang dikuasai Tentara Salib akhirnya bubar sesudah Ako jatuh ke tangan Mamluk dan Tentara Salib hengkang dari Tanah Suci pada tahun 1291.
Masa Perang Salib 1099-1250
Paus Urban II mengajak pembebasan tempat-tempat suci umat Kristen di Yerusalem.
Masa Awal Arab 640-1099 M
Nabi Muhammad bermimpi naik Buraq dari Mekah menuju Yerusalem. Buraq diikat di sisa reruntuhan Bait Suci. Dari tempat maha suci (holly land), Nabi naik ke langit ke tujuh sampai di Sidratul Muntaha dan menerima perintah Sholat 5 waktu (Isra Mi'raj).
Setelah Nabi meninggal, Pasukan Umar bin Khatab mencari tempat yang maha suci itu di Yerusalem yang saat itu dikuasai kekaisaran Romawi yang sudah melemah. Umar bin Khatab menduduki Yerusalem dan mendirikan masjid Al Aqsa di atas sisa sisa reruntuhan Bait Suci yang dibangun Raja Salomo dan Serubabel.
Kemudian Dinasti Umayah, Abasiyah, dan Fatimiyah berdiri bergantian menduduki Yerusalem. Banyak gereja yang dihancurkan dan Turki menghalang-halangi peziarah Kristen untuk mengunjungi Kota Suci Yerusalem.
Masa Bizantium 324-640 M
Konstantin memindahkan ibukota Romawi ke Bizantium (Konstantinopel). Kristen menjadi agama resmi negara. Gereja berkembang sangat cepat. Ada dua serangan yang merusak- Revolusi Samaria (529) dan serangan Persia (614).
Masa Romawi 63 SM -324 M
Yesus lahir di Betlehem dari perawan Maria. Dan kemudian disalibkan oleh persekongkolan Yahudi dan Romawi. Pompei merebut Yerusalem, Romawi penggunakan daerah ini sebagai penyangga bersama Kekaisaran Parthian. Herodes dengan loyalitas yang kuat kepada Romawi. Roma dipimpin oleh tangan besi. Yahudi memberontak dan Titus menghancurkan Bait Allah kedua dan membunuh penduduk Yerusalem yang tidak sempat melarikan diri.
Yahudi memberontak di bawah pimpinan Bar Kochba. Hadrian menghancurkan Yerusalem dan menamakan kota ini sebagai Alia Capitolina. Negeri ini kemudian menolak kehadiran kekaisaran. Kaum Yahudi pindah ke Galilea.
Masa Yunani 332-63 SM
Aleksander Agung dalam perjalanannya untuk menaklukkan Mesir, mampir di Israel. Tapi Yerusalem membuka gerbangnya dan menyerah pada Aleksander. Menurut Yosephus, Aleksander diperlihatkan buku ramalan Daniel, mungkin bab 8, yang isinya adalah bahwa seorang raja Yunani yang kuat akan datang dan menaklukkan Kekaisaran Persia. Setelah melihat isi buku tersebut, Aleksander mengampuni Yerusalem. Tidak ada pembunuhan penduduk setempat, tapi Yerusalem dan Israel tetap di bawah kekuasaan Yunani.
Periode Persia 538-332
Persia tidak berusaha memusnahkan Israel. Tetapi Persia malah membela Israel. Bahkan Raja Persia Koresh Agung sempat dianggap Mesias. Sebab saat ditahan Babel beberapa orang Yahudi diizinkan oleh Cyrus (yang telah menyerbu Babel setahun sebelumnya), untuk kembali ke Yudea. Nehemia menjadi Gubernur untuk pembangun kembali Yerusalem. Dan Ezra membangun kembali Bait Allah kedua.
Filistin, Asyur, dan Babel 1200-586
Israel tinggal di desa-desa di bukit. Sementara Filistin tinggal di sepanjang pantai dataran rendah di Selatan. Pemerintahan kerajaan cukup adil hingga akhirnya tekanan dari musuh Israel membuat sistem monarki menjadi lebih menarik bagi masyarakat. Saul menjadi raja Israel yang pertama. Daud memperluas kerajaan. Bangsa Filistin sempat akan memusnahkan Israel. Tetapi Raja Daud menghancurkan Filistin setelah mengalahkan Goliat. Anak Daud yakni Salomo memperluas imperium. Serta mendirikan Bait Allah pertama.
Kerajaan Israel terpecah dua setelah kematian Salomo. Anak Salomo Rehabeam naik tahta. 9 suku memanggil Yerobeam dan mendirikan Israel Utara dengan ibukota Samaria. 3 suku (Yahuda, Benyamin, Lewi) mendirikan Israel Selatan atau Yudea dengan ibukota Yerusalem dipimpin anak Salomo Rehabeam. Kemudian Asyur menyerbu Israel Utara. 9 suku hilang. Dan Babel menyerbu Yudea, menghancurkan Yerusalem dan Bait Allah pertama ikut dihancurkan. Penghuninya dibuang ke Babel.
Abraham dan Musa 2800-1200 SM
Kekaisaran berkembang di Mesir (yang mengendalikan jalan raya sepanjang pantai) dan Mesopotamia (yang membuat jalan dagang di delta sungai Efrat dan Tigris yang subur). Abraham pindah ke Kota Kanaan. Kanaan berkembang pesat. Keturunan Abraham berlambang biak. Abraham memperanakkan Ishak. Ishak memperanakkan Esau dan Yakub. Yakub yang kemudian namanya menjadi Israel, memperanakkan 12 anak yang kemudian menjadi 12 suku Israel. Salah satu anak bernama Yusuf, dijual kakak kakaknya ke Mesir. Yusuf menjadi pembesar di Mesir. Saat kelaparan melanda, Yakub dan anak anaknya dari Tanah Kanaan, diajak oleh Yusuf pindah ke Mesir. Setelah Yusuf mati, Bani Israel (Yakub) dijadikan budak. Setelah 430 tahun di tanah perbudakan, Musa memimpin 600 ribu kepala keluarga keluar dari Mesir, dan kembali ke tanah Kanaan dan Yosua membagi tanah yang dijanjikan itu kepada 12 Bani Israel (Kejadian 12-50).