MANADOPOST.ID–Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bitung dari sektor pajak daerah menunjukkan tren yang menggembirakan pada triwulan pertama tahun 2026.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) mencatat realisasi pendapatan mencapai sekitar Rp 17,791 miliar, atau mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp 15,987 miliar.
Kenaikan ini menjadi indikator positif bagi kinerja pengelolaan keuangan daerah, khususnya dalam optimalisasi penerimaan pajak daerah sebagai salah satu sumber utama PAD.
Plt Kepala Bapenda Kota Bitung, Theo Rorong SE, mengungkapkan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari upaya serius pemerintah dalam meningkatkan efektivitas pemungutan pajak.
“Jika dibandingkan dengan triwulan pertama tahun 2025, maka pada tahun 2026 ini terjadi kenaikan sekitar 10 persen,” ujar Theo Rorong, Senin (6/4/2026).
Menurut Theo, peningkatan PAD ini tidak terjadi secara kebetulan, melainkan didorong oleh sejumlah strategi yang telah dijalankan Bapenda dalam beberapa waktu terakhir.
Salah satunya adalah penguatan sistem pengawasan terhadap wajib pajak serta upaya peningkatan kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan.
“Kami terus melakukan optimalisasi, baik dari sisi pengawasan maupun pendekatan kepada wajib pajak agar lebih patuh. Ini penting untuk menjaga stabilitas penerimaan daerah,” jelasnya.
Selain faktor internal, Theo juga menyoroti adanya kontribusi dari pertumbuhan aktivitas ekonomi di Kota Bitung yang semakin membaik.
Sejumlah sektor usaha yang mulai bergeliat turut memberikan dampak langsung terhadap peningkatan penerimaan pajak daerah.
“Pertumbuhan aktivitas ekonomi di beberapa sektor juga sangat membantu dalam meningkatkan penerimaan pajak daerah. Ini menjadi sinergi yang baik antara pemerintah dan pelaku usaha,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa capaian pada triwulan pertama ini menjadi pijakan awal yang penting untuk mencapai target PAD secara keseluruhan pada tahun anggaran 2026.
Pihaknya pun optimistis tren positif ini dapat terus berlanjut hingga akhir tahun.
Pemkot Bitung sendiri berharap peningkatan pendapatan daerah ini dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam mendukung pembiayaan pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Dengan meningkatnya PAD, ruang fiskal pemerintah daerah menjadi lebih luas untuk membiayai berbagai program strategis, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Harapan kami tentu tren ini bisa terus dipertahankan. Dengan PAD yang kuat, pemerintah dapat lebih maksimal dalam menghadirkan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” tutup Theo.
Capaian ini sekaligus menjadi bukti bahwa pengelolaan pajak daerah yang optimal, didukung kepatuhan wajib pajak dan pertumbuhan ekonomi, mampu menjadi fondasi kuat dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan di Kota Bitung.(fys)
Editor : Franky Sumaraw