Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Per 30 April 2026 PAD Kota Bitung Tembus 37,8 Miliar, Komponen Pajak Daerah Menonjol, Retribusi Daerah Sorotan

Franky Sumaraw • Rabu, 13 Mei 2026 | 22:37 WIB
Rapat evaluasi PAD dan EPRA yang berlangsung di Ruang SHS Kantor Wali Kota Bitung.(Dok Istimewa)
Rapat evaluasi PAD dan EPRA yang berlangsung di Ruang SHS Kantor Wali Kota Bitung.(Dok Istimewa)

MANADOPOST.ID–Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bitung menunjukkan tren positif pada awal tahun anggaran 2026. Sampai dengan 30 April 2026, realisasi PAD Kota Bitung tercatat mencapai Rp 37,8 miliar lebih atau 36,39 persen dari target sebesar Rp 104 miliar.

Capaian tersebut mengalami peningkatan signifikan dibanding periode yang sama tahun 2025 yang berada di angka Rp 28,7 miliar lebih.

Artinya, terjadi selisih kenaikan lebih dari Rp 9 miliar jika dibandingkan dengan capaian dalam empat bulan pertama tahun 2026 ini.

Sementara khusus komponen Pajak Daerah, tulang punggung PAD yang dikelola Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bitung, realisasinya sudah mencapai Rp 31 miliar lebih atau 34,20 persen dari target Rp 90,6 miliar.

Capaian 2026 ini juga melonjak dibanding periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp 22,1 miliar.

Tak hanya Pajak Daerah, komponen Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan juga menunjukkan performa signifikan dengan realisasi Rp 5,2 miliar lebih atau 96,09 persen dari target Rp 5,5 miliar.

Namun demikian, sektor Retribusi Daerah menjadi sorotan karena baru terealisasi Rp 1 miliar lebih atau 15,58 persen dari target Rp 6,8 miliar.

Hal tersebut terungkap dalam rapat evaluasi PAD serta Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran (EPRA), yang digelar di Ruang SHS Kantor Wali Kota Bitung, Rabu (13/5/2026).

Wali Kota Bitung Hengky Honandar SE, yang hadir didampingi Wakil Wali Kota Randito Maringka SSos, (HH-RM), menyampaikan apresiasi kepada seluruh perangkat daerah yang terus menjaga stabilitas pengelolaan keuangan daerah.

“Evaluasi seperti ini sangat penting sebagai bagian dari komitmen kita untuk menghadirkan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil,” ujar Hengky Honandar (HH).

“Seluruh perangkat daerah pengelola PAD harus lebih inovatif dan agresif dalam menggali potensi pendapatan daerah.

Jangan sampai rendahnya capaian hanya menjadi angka dalam laporan tanpa tindak lanjut konkret,” tegas HH.

Ia juga meminta seluruh kepala perangkat daerah memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk pengawasan objek pajak dan retribusi, validasi data, hingga peningkatan kepatuhan wajib pajak.

Sementara itu, Kepala Bapenda Kota Bitung Theo Rorong SE menjelaskan bahwa capaian positif sektor pajak tidak lepas dari komitmen pemerintahan HH-RM dalam memberikan berbagai kemudahan kepada masyarakat.

“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran, sekaligus dampak dari kebijakan Pak Wali Kota dan Pak Wakil Wali Kota yang memberi berbagai kemudahan bagi wajib pajak, seperti program diskon PBB,” jelasnya.

Theo Rorong optimis tren positif ini akan terus berlanjut hingga akhir tahun 2026.

“Kami terus melakukan pendataan, validasi objek pajak, pengawasan lapangan, serta pendekatan persuasif kepada wajib pajak agar target PAD tahun 2026 bisa tercapai bahkan melampaui target,” tandasnya.

Dengan capaian awal yang cukup menggembirakan ini, Pemerintah Kota Bitung optimis target PAD 2026 dapat terealisasi secara maksimal demi mendukung pembangunan dan pelayanan publik yang semakin berkualitas.(fys)

Editor : Franky Sumaraw
#Pajak Daerah #Kota Bitung #capaian #PAD #bapenda