MANADOPOST.ID – Monash University, Indonesia memperkuat kualitas pengajaran di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) melalui Teaching Excellence Program (TEP) 2026. Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas para pendidik agar mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih inklusif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa serta perkembangan teknologi.
TEP 2026 mengintegrasikan pendekatan asesmen autentik, dialogic feedback, dan pemanfaatan AI secara bertanggung jawab untuk menciptakan pengalaman belajar yang aplikatif. Program ini merupakan kolaborasi Monash Education Academy Australia, Education & Training Academy Monash Malaysia, serta Learning & Teaching Operations Monash University Indonesia yang menggabungkan praktik terbaik global dengan konteks pendidikan tinggi di Indonesia.
Program tersebut hadir di tengah tantangan peningkatan mutu pengajaran. Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, sekitar 25 persen dosen di Indonesia bergelar doktor, sementara mayoritas atau 71–72 persen masih bergelar magister. Kondisi ini menunjukkan kualitas pengajaran tidak hanya ditentukan oleh jenjang akademik, tetapi juga kemampuan pendidik beradaptasi dengan perubahan.
Melalui TEP 2026, dosen didorong mengevaluasi metode pembelajaran, merancang pengalaman belajar sesuai kebutuhan mahasiswa, serta memanfaatkan AI untuk memperkuat kemampuan berpikir kritis dan menjaga integritas akademik. Program ini juga menekankan pentingnya asesmen autentik yang relevan dengan dunia kerja serta dialog dua arah antara dosen dan mahasiswa.
Pendekatan tersebut diperkuat melalui inisiatif global Teaching that Transforms yang menempatkan dosen sebagai fasilitator pembelajaran. Associate Professor Claudia Stoicescu menerapkan pembelajaran berbasis pengalaman dan simulasi persoalan nyata di bidang kesehatan masyarakat, sedangkan Dr Harriman Saragih mengembangkan konsep "pracademics" melalui studi kasus industri untuk menjembatani teori dan praktik.
Pro Vice-Chancellor & President Monash University Indonesia, Professor Matthew Nicholson, menegaskan kualitas pendidikan berawal dari kualitas pengajar. Menurutnya, TEP 2026 menjadi komitmen kampus dalam membangun praktik pengajaran yang reflektif, adaptif, dan mampu menciptakan pengalaman belajar bermakna di tengah perkembangan AI.
Melalui program ini, Monash University Indonesia berharap dapat mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, adaptif, serta siap memberikan kontribusi bagi masyarakat dan industri.(AME)
Editor : Amelia Beatrix