Agustus, NTP Sulut Turun, jadi Satu-Satunya Daerah  di Sulawesi

Ayurahmi Rais • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 14:04 WIB
Ilustrasi NTP
Ilustrasi NTP

 

MANADOPOST.ID — Kinerja sektor pertanian Sulawesi Utara (Sulut) mengalami tekanan pada Agustus 2026. Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) sama-sama mengalami penurunan. Bahkan, Sulut menjadi satu-satunya provinsi di Pulau Sulawesi yang mencatat kontraksi pada kedua indikator tersebut (lihat grafis,red).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), NTP Sulut pada Agustus tercatat 126,79, turun 2,14 persen dibandingkan Juli 2026 yang berada di level 129,56.

Kepala BPS Sulut, Watekhi, menjelaskan penurunan NTP dipengaruhi oleh melemahnya harga yang diterima petani.

Indeks Harga yang Diterima Petani (It) tercatat turun 3,05 persen, sementara Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) turun lebih rendah, yakni 0,93 persen. Ia menjelaskan, penurunan NTP paling dalam terjadi pada subsektor hortikultura yang terkontraksi 17,47 persen, dari 245,42 pada Juli menjadi 202,55 pada Agustus.

Pelemahan tersebut terutama dipengaruhi penurunan harga sejumlah komoditas utama, di antaranya tomat dan bawang merah. Sementara itu, subsektor lainnya masih mencatat pertumbuhan.

NTP tanaman pangan naik 2,88 persen, tanaman perkebunan rakyat 1,54 persen, peternakan 0,44 persen, dan perikanan 1,76 persen. "Pada subsektor perikanan, NTP nelayan meningkat 1,76 persen, sedangkan pembudidaya ikan naik 1,93 persen," sebutnya. 

Tekanan juga terlihat di NTUP. Per Agustus 2026, NTUP Sulut tercatat 131,34, turun 3,09 persen dibandingkan Juli yang mencapai 135,54. Watekhi menekankan, penurunan NTUP menunjukkan kemampuan usaha pertanian dalam menutup biaya produksi dan penambahan barang modal mengalami pelemahan.

Pada Agustus, Indeks Harga yang Diterima Petani turun 3,05 persen, sementara indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) justru bergerak naik 0,04 persen. "Hortikultura kembali menjadi subsektor dengan penurunan paling tajam. NTUP subsektor ini turun 17,68 persen, dari 255,00 pada Juli menjadi 209,93 pada Agustus," katanya. 

Sebaliknya, NTUP tanaman pangan meningkat 1,85 persen, tanaman perkebunan rakyat naik 0,35 persen, dan perikanan tumbuh 0,85 persen. NTUP nelayan naik 0,81 persen, sedangkan pembudidaya ikan meningkat 1,52 persen. Diketahui, secara nasional, NTP Agustus 2026 juga bergerak naik 1,05 persen menjadi 129,19. Sementara NTUP nasional meningkat 0,98 persen menjadi 133,33.

PERBANDINGAN PERUBAHAN NTP PROVINSI DI SULAWESI AGUSTUS 2026 (MTM)

Sulawesi Utara    −2,14%
Sulawesi Tengah    +0,98%
Sulawesi Selatan    +0,97%
Sulawesi Tenggara +2,24%
Gorontalo    +5,69%
Sulawesi Barat    +6,87%
Keterangan: Dari semua daerah di Sulawesi, Sulut satu-satunya daerah yang alami penurunan NTP.

SUMBER: BPS SULUT DIOLAH MANADO POST, Rabu (2/9/2026)

 

 

 

Editor : Ayurahmi Rais
NTP Sulut Turun NTP Sulut Agustus NTP Sulut