Sulit Tidur? Studi Ungkap Konsumsi Almond Bisa Membantu Lebih Cepat Terlelap

ALengkong • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 13:47 WIB
Ilustrasi kacang almond
Ilustrasi kacang almond

MANADOPOST.ID - Konsumsi almond secara rutin berpotensi membantu orang yang mengalami kesulitan tidur untuk lebih cepat terlelap dan meningkatkan kualitas istirahat malam. Temuan tersebut berasal dari uji klinis terhadap orang dewasa dengan kualitas tidur yang buruk.

Penelitian tersebut melibatkan 175 orang dewasa berusia 21 hingga 55 tahun di India. Peserta yang memiliki kualitas tidur buruk kemudian dibagi menjadi dua kelompok untuk mengikuti penelitian selama lima bulan.

Satu kelompok mengonsumsi sekitar 50 almond utuh setiap hari, sedangkan kelompok lainnya mendapatkan camilan dengan jumlah kalori yang setara. Perbedaan pola konsumsi tersebut kemudian dibandingkan untuk melihat perubahan kualitas tidur peserta.

Penilaian kualitas tidur dilakukan menggunakan beberapa metode, termasuk rekaman gelombang otak, pemeriksaan darah, serta laporan yang diberikan langsung oleh peserta. Penggunaan beberapa metode tersebut dilakukan untuk melihat perubahan tidur dari berbagai aspek.

Hasil penelitian menunjukkan kelompok yang mengonsumsi almond mengalami lebih sedikit gangguan tidur dibandingkan kelompok pembanding. Peserta yang mengonsumsi almond juga dilaporkan lebih mudah terlelap selama periode penelitian.

Salah satu kandungan almond yang dikaitkan dengan manfaat tersebut adalah magnesium. Ahli diet Jessica Cording menjelaskan bahwa magnesium berperan dalam membantu relaksasi otot dan mengatur sistem saraf.

Magnesium juga berhubungan dengan produksi melatonin, yaitu hormon yang berperan dalam mengatur siklus tidur. Karena itu, kandungan mineral tersebut menjadi salah satu alasan almond dipertimbangkan sebagai pilihan makanan yang mendukung kualitas tidur.

Selain magnesium, almond mengandung asam amino triptofan. Ahli diet Keri Gans menjelaskan bahwa tubuh menggunakan triptofan untuk menghasilkan serotonin dan melatonin yang berperan dalam pengaturan siklus tidur.

Dalam penelitian tersebut, peneliti juga menemukan kadar melatonin yang sedikit lebih tinggi pada kelompok yang mengonsumsi almond. Namun, temuan tersebut belum membuktikan secara langsung bahwa konsumsi almond menjadi penyebab peningkatan kadar melatonin.

Keri Gans mengingatkan bahwa hasil penelitian tersebut masih belum menunjukkan hubungan sebab-akibat secara langsung. Artinya, manfaat almond terhadap kemampuan seseorang untuk tidur lebih cepat masih membutuhkan penelitian lanjutan untuk memperoleh bukti yang lebih kuat.

Almond juga mengandung kombinasi serat, protein, dan lemak sehat yang dapat membantu menjaga kestabilan kadar gula darah. Kondisi kadar gula darah yang lebih stabil menjadi salah satu faktor yang dapat mendukung kualitas tidur sepanjang malam.

Meski memiliki berbagai kandungan nutrisi, konsumsi almond tetap perlu memperhatikan jumlahnya. Porsi sekitar 50 biji almond mengandung kalori, lemak, dan protein dalam jumlah cukup tinggi sehingga konsumsinya perlu disesuaikan dengan kebutuhan harian.

Hasil penelitian tersebut juga memiliki keterbatasan yang perlu diperhatikan ketika menafsirkan manfaat almond terhadap tidur. Salah satunya adalah penelitian mendapatkan pendanaan dari Almond Board of California.

Pendanaan tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan karena penelitian dengan dukungan dari pihak yang memiliki kepentingan terhadap produk tertentu tetap membutuhkan pengujian melalui penelitian independen.

Dengan demikian, almond belum dapat dianggap sebagai solusi utama untuk mengatasi masalah tidur. Temuan penelitian menunjukkan adanya potensi manfaat, tetapi hasil tersebut tidak berarti setiap orang yang mengonsumsi almond akan langsung lebih mudah tertidur.

Mengonsumsi almond sebelum tidur dapat menjadi salah satu pilihan camilan, terutama karena kandungan magnesium, triptofan, protein, serat, dan lemak sehat di dalamnya. Namun, jumlah konsumsi tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan energi masing-masing.

Kebiasaan tidur yang sehat juga tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas istirahat. Jadwal tidur yang konsisten, membatasi konsumsi kafein, serta mengelola stres tetap perlu diperhatikan meskipun seseorang memilih mengonsumsi almond.

Bagi orang yang sering mengalami kesulitan tidur, perubahan pola makan sebaiknya tidak menjadi satu-satunya pendekatan. Kondisi tidur dapat dipengaruhi berbagai faktor sehingga kebiasaan sehari-hari secara keseluruhan tetap perlu diperhatikan.

Temuan mengenai almond memberikan gambaran bahwa asupan makanan tertentu dapat berkaitan dengan kualitas tidur. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan seberapa besar pengaruh konsumsi almond terhadap kemampuan seseorang untuk tertidur.

Pada akhirnya, almond dapat menjadi bagian dari pola makan sehat dan pilihan camilan sebelum tidur, tetapi manfaatnya terhadap tidur perlu dipahami secara proporsional. Konsumsi almond tidak menggantikan kebiasaan tidur sehat maupun penanganan yang diperlukan ketika gangguan tidur berlangsung terus-menerus.

Editor : ALengkong
Sulit Tidur Almond kualitas tidur nutrisi