Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Televisi dan Koran di Jepang masih Tetap Berjaya, Ternyata Begini Aturan Perusahaan Media

Ayurahmi Rais • Jumat, 26 Januari 2024 | 05:51 WIB
Direktur Utama Bee Media IIC Kurasawa Haruo saat memberikan materi mengenai ilmu jurnalis.
Direktur Utama Bee Media IIC Kurasawa Haruo saat memberikan materi mengenai ilmu jurnalis.

 

Masih melanjutkan cerita sebelumnya dalam program JENESYS di Jepang. Hari Rabu (24/1) lalu, saya dan enam rekan jurnalis dari Indonesia berkesempatan mengunjungi media terbesar di Tokyo yakni Nippon TV dan juga berdiskusi langsung dengan jurnalis senior Jepang sekaligus Direktur Utama Bee Media IIC Kurasawa Haruo.

Laporan: Ayurahmi Rais, Tokyo, Jepang.


Di tengah Disrupsi dan perkembangan dunia digital yang kian masif. Kepercayaan masyarakat di Jepang terhadap pemberitaan yang ditampilkan di media televisi, surat kabar (koran) dan radio masih sangat besar. Bahkan di atas 80 persen. Tak heran, industri media di negara Sakura tersebut masih sangat maju dan tetap bertahan. Salah satunya adalah Nippon TV.

Pada kunjungan ke Nippon TV pada Rabu (24/1) lalu, rombongan jurnalis JENESYS Indonesia diterima langsung oleh Fobayasi Fumi, selaku Direktur Bidang Internasional Nippon TV. Di gedung perkantoran 31 lantai nan megah tersebut kami disambut dengan sangat antusias.

Namun dalam artikel ini, saya ingin memberikan disclaimer, demi menghormati privasi, pihak Nippon TV tidak memberikan ijin untuk mengekspos secara spesifik proses kinerja jurnalis, dan juga produksi tayangan berita di Nippon TV dalam bentuk gambar atau susunan narasi.

Sehingga, pada pertemuan yang berlangsung selama dua jam itu, Fobayasi hanya memberikan gambaran umum mengenai kondisi media khususnya televisi yang ada di Jepang dan tur singkat ruangan redaksi.

Ia membeber, dari observasi yang dilakukan, masyarakat di Jepang masih menaruh kepercayaan yang sangat besar terhadap tayangan berita televisi. Terlebih lagi pemberitaan bencana alam seperti Gempa.

Sama dengan media tv pada umumnya, Nippon TV juga memiliki beberapa tayangan yang disajikan selama 24 jam non stop setiap hari. Mulai dari berita politik, hukum, Internasional sosial, ekonomi, budayadan berita yang up to date setiap harinya.

Nippon TV memiliki jaringan yang bisa memancarkan siaran ke seluruh penjuru Jepang. Meskipun di waktu tertentu akan fokus terhadap pemberitaan di Tokyo. Nippon juga memiliki 10 kontributor yang disebar di 10 negara. Dari Amerika hingga Bangkok. Ada banyak hal menarik soal Nippon TV, tapi sayangnya tidak diijinkan untuk disajikan dalam sebuah artikel.

Foto lain Wartawan Manado Post Ayurahmi Rais bersama Kurasawa Haruo.
Foto lain Wartawan Manado Post Ayurahmi Rais bersama Kurasawa Haruo.

Setelah dua jam berdiskusi bersama Manajemen Nippon TV, kami beranjak ke kunjungan selanjutnya ke Bee Media. Dan bertemu langsung dengan Direktur Utama Kurasawa Haruo, yang juga merupakan mantan pegawai Nippon TV.

Kurasawa sendiri sudah menjadi wartawan sejak 1980-an. Pada pertemuan perdana itu, dirinya memberikan banyak ilmu tentang menjadi jurnalis yang memiliki integritas serta menaruh hormat pada profesi yang dijalankan. Baginya menjadi seorang jurnalis bukan hanya bertanggung jawab untuk menyebarluaskan informasi.

Tetapi juga bersedia bekerja keras membangun dunia yang makmur dan damai. "Profesi sebagai jurnalis sudah puluhan tahun saya jalankan. Dengan profesi ini saya sudah bisa mengunjungi lebih dari 40 negara, termasuk Indonesia. Jadi, saya tahu banyak hal tentang Indonesia," ungkapnya memulai pemaparan materinya.

Secara rinci, ia pun menjelaskan tentang aturan yang diberlakukan kepada seluruh perusahaan media di Jepang. Dimana, perusahaan media di Jepang khususnya televisi dilarang keras menunjukan keberpihakan kepada hal-hal tertentu.

Terutama yang berkaitan dengan politik. Tak hanya soal pemberitaan, proses pemasangan iklan di media Jepang pun tidak sembarangan. Harus melalui prosedur yang jelas.

"Media di Jepang, khususnya televisi tidak bisa menayangkan berita atau iklan yang menunjukan keberpihakan terhadap sesuatu. Artinya semua media wajib bersikap netral. Jika berani melanggar konsekuesninya akan sangat besar, bahkan mengakibatkan hilangnya kepercayaan publik.

"Masyarakat Jepang masih menaruh kepercayaan besar terhadap media konvensional seperti TV, Radio dan Koran, dibandingkan media digital yang memang banyak informasi hoax. Oleh sebab itu, media yang ada di Jepang selalu berusaha untuk menjaga kepercayaan itu dengan menyajikan informasi yang sesuai fakta, dan data yang jelas tanpa di intervensi oleh apa pun, termasuk dari pemerintah dan penguasa," tekannya.

Komitmen media dalam mengolah data yang akurat dan sesuai fakta menjadi satu kekuatan dan modal besar bagi media itu sendiri. Semakin profesional media, akan semakin besar kepercayaan masyarakat.


Ia pun berpesan kiranya semua jurnalis yang mengikuti program JENESYS 2024 bisa menjadi jurnalis yang memiliki tanggung jawab dan selalu menyuarakan kebenaran dan juga perdamaian. Serta terus mengedepankan fakta dan data dalam penyajian berita. Nantikan liputan selanjutnya di hari ketiga JENESYS, yakni kunjungan ke Kantor Gubernur Nagasaki.. Bersambung...

(Ayu)

 

 

 

Editor : Ayurahmi Rais