MANADOPOST.ID- Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Manado, Stenly Tamo pertanyakan berapa SKPD yang terkena pemotongan di anggaran tahun 2026 akibat kebijakan efisiensi.
Hal itu disampaikannya saat pembahasan antara Banggar bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Manado, Rabu (26/11). Politisi PDI Perjuangan ini juga menanyakan dari belanja modal 2026, berapa yang terpotong.
"Saya menayakan ini supaya masyarakat tahu. Bahwa Kami mengejar pembangunan, tapi mendapat efisiensi," ujarnya.
Tamo menyampaikan, kalau ada urusan wajib yang butuh belanja modal atau istilahnya pembangunan, dan akibatnya kalau tak ada pembangunan fisik, maka berapa banyak orang di Manado ini tidak bekerja.
"Itu akibat efisiensi. Kita mendukung, tapi jangan sampai masyarakat sengsara.
Ini dampaknya bagi teman-teman buruh kasar di Manado tak bisa kerja. Belum juga yang lain," tandasnya.
Menurutnya, hal ini harus jadi perhatian bersama. Karena, akibat efisiensi tersebut, akan berdampak ke masyarakat kecil.
"Maka dari itu, pemerintah harus cari jalan keluar supaya warga tak jadi korban karena efisiensi.
Mau belanja apa mereka di tokoh-tokoh. Aementara mereka buruh kasar ini tak bekerja. Jadi mari kita lihat kekurangan-kekurangan akibat dari efisiensi ini," pungkasnya. (Livrando Kambey)
Editor : Tanya Rompas