Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Warga Kalama Lingkungan 5, Kairagi Weru Butuh Perhatian Pemerintah, Akses Jalan Sulit dan Medan Membahayakan

Livrando Kambey • Rabu, 3 Desember 2025 | 22:45 WIB

 

Anggota DPRD Manado saat menjemput aspirasi warga Kalama Lingkungan 5, Kairagi Weru, Kota Manado.
Anggota DPRD Manado saat menjemput aspirasi warga Kalama Lingkungan 5, Kairagi Weru, Kota Manado.
MANADOPOST.ID- Masyarakat di Kalama, Kelurahan Kairagi Weru, Kota Manado selama ini ternyata memiliki pergumulan tersendiri.

Terlebih soal akses jalan masuk keluar menuju pemukiman masyarakat. Diketahui, akses masuk keluar warga selama ini hanya dua. Yakni harus melewati kompleks Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VIII atau dulunya dikenal dengan Lantamal dan juga jembatan penghubung.

Pembangunan di Kalama, Lingkungan 5, Kairagi Weru itu terbilang lambat karena akses jalan yang memprihatinkan. Hanya bisa dilalui 1 kendaraan roda dua saja. Hal itu diungkap warga dalam kegiatan reses Anggota DPRD Manado, Yandri Amrain beberapa waktu lalu

"Warga Kalama di Lingkungan 5 itu butuh infrastruktur jalan. Makanya pembangunan lambat karena medannya sulit. Kemudian kalau masuk lewat Kantor Kodaeral, harus minta izin dulu ke petugas di portal," ujar Yandri, Rabu (3/11).

Menurutnya, masyarakat setempat meminta baiknya jembatan penghubung diperlebar supaya akses lebih gampang. Tak perlu lagi lewat portal Kodaeral.

"Nah, solusi yang ditawarkan warga yakni perlebar jembatan serta ada perhatian Pemkot Manado juga. Karena memang kalau lewat dari Kodaeral, itu masih jauh lagi baru sampai di pemukiman. Ditambah medan jalan yang sangat berbahaya," tuturnya.

Dikatakan politisi Partai Gerindra ini, masyarakat di Lingkungan 5 juga mengaku kesulitan jika membeli bahan bangunan. Karena untuk sampai ke pemukiman, harus minta izin di pos penjagaan Kodaeral

Belum lagi harus di tanya-tanya dulu oleh petugas yang jaga dan diminta surat kelurahan.

"Makanya pembangunan di situ lambat. Karena akses yang sulit. Nah, di reses itu, saya undang pihak Kodaeral. Saya sampaikan apa yang dikeluhkan warga," tuturnya.

Diceritakannya juga, dari penuturan warga, sempat ada kejadian orang sakit. Kemudian sudah larut malam bahkan subuh, orang sakit itu harus dilarikan ke rumah sakit.

"Ini uregent. Tapi, karena terhalang portal dan ditambah tidak ada petugas yang jaga, maka orang sakit itu harus diturunkan dari kendaraan yang satu lalu dipindahkan lagi ke kendaraan lain yang sudah menunggu di pinggir jalan akibat portal ditutup. Warga katakan, untung saja tidak meninggal di lokasi itu," bebernya.

Hal-hal seperti itulah yang menjadi keluhan masyarakat Kalama Lingkungan 5 selama ini.
Oleh karena itu, dirinya meminta pihak Kodaeral VII harus berbenah.

"Karena dulu juga ada kasus pemukulan KM Barcelona, lalu pernah di demo. Saya salah satu yang menandatangani pakta intergitas. Jadi saya sampaikan, kita harus sinergi," tegasnya.

Dalam reses itu juga sempat terbongkar soal aspirasi masyarakat yang ternyata tak pernah terealisasi akibat pemerintah kelurahan Kairagi Weru tak pernah lakukan rapat bersama ketua-ketua lingkungan.

"Permintaan drainase oleh warga selama ini tak pernah dibuat. Dari Dinas Perkim tanya kalau permintaan itu masuk di Musrenbang. Tapi ternyata tidak dilakukan rapat lingkungan bersama kelurahan dulu.

Nah, saya sampaikan agar ke depan lurah harus adakan rapat untuk menampung berbagai usulan warga," terangnya.

Selain itu juga persoalan listrik jadi keluhan masyarakat. Karena listrik dan bahkan intalasi di tempat itu carut marut.

"Dari PLN sampaikan infrastruktur jalan belum memadai sehingga mereka tak bisa masuk. Tapi saya minta berkaca ke Pulau Gangga. Itu pulau, lewat laut, tapi bisa," sindirnya.

"Jadi memang warga Kalama itu butuh juga listrik, innfrastruktur akses jalan yang layak untuk kendaraan roda empat dan perhatian Pemerintah Kota Manado juga.

Jangan dibiarkan meski mereka tinggal di pinggiran. Apalagi di situ banyak pepohonan yang mencegah polusi udara. Jadi bisa dikatakan di Kalama Lingkungan 5 itu adalah paru-paru Kota Manado," pungkasnya. (Livrando Kambey)

Editor : Tanya Rompas