Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Mengapa Langit Berwarna Biru?

Fandy Gerungan • Senin, 5 Agustus 2024 | 12:21 WIB
Ilustrasi Langit. (Bing)
Ilustrasi Langit. (Bing)

MANADOPOST.ID--Banyak orang mengatakan bahwa langit berwarna biru karena memantulkan warna laut yang juga biru.

Meski terdengar ilmiah, ini hanya mitos. Banyak ilmuwan telah berusaha mencari penjelasan ilmiah mengapa langit pada siang hari (jika tidak mendung) selalu berwarna biru.

Mulai dari Leonardo DaVinci, John Tyndall, hingga Sir Rayleigh, yang akhirnya menyempurnakan penelitian ilmiah tentang fenomena ini!

Atmosfer dan Partikel

Saat kita memandang langit, sebenarnya kita sedang melihat atmosfer bumi, yang merupakan kumpulan udara.

Meskipun tidak kasat mata, udara terdiri dari banyak partikel, seperti gas Nitrogen dan Oksigen, uap air, polusi, dan debu. Partikel-partikel inilah yang bereaksi dengan cahaya matahari.

Cahaya Matahari dan Spektrum Warna

Sinar matahari awalnya merupakan satu paket yang terdiri dari radiasi dan gelombang elektromagnetik.

Saat menerobos masuk ke atmosfer bumi, mata kita hanya dapat melihat spektrum cahaya tampak, yang terdiri dari warna merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Ketujuh warna tersebut bergabung menjadi cahaya putih.

Saat gerimis, cahaya putih ini bisa terurai oleh tetesan hujan menjadi pelangi. Namun, pembauran cahaya putih yang membuat langit terlihat biru bisa terjadi kapan saja. Fenomena ini disebut sebagai Rayleigh Scattering.

Rayleigh Scattering

Saat bertemu dengan partikel gas super kecil di udara, cahaya bergelombang pendek seperti biru, nila, dan ungu akan tersebar ke segala arah.

Sementara cahaya bergelombang panjang seperti merah dan jingga dapat menembus partikel-partikel tersebut dengan lebih mudah. Akibatnya, mata kita lebih dominan menerima warna biru dibandingkan warna merah.

Mengapa Bukan Ungu?

Kenapa langit tidak berwarna ungu, padahal gelombang cahaya ungu lebih pendek dari cahaya biru? Hal ini bukan karena langit pilih kasih.

Faktanya, matahari memancarkan cahaya biru ke bumi dengan energi yang lebih besar dibandingkan ungu. Selain itu, mata kita lebih peka terhadap warna biru.

Di retina mata kita, terdapat jutaan sel peka cahaya berbentuk seperti kerucut es krim, yang disebut sel CONE.

Sel-sel ini paling peka terhadap tiga warna: merah, hijau, dan biru. Jadi, mata kita lebih mudah melihat warna biru dibandingkan ungu.

Mengapa langit senja berwarna kemerahan? Pada siang hari, matahari berada di atas kita. Namun, menjelang malam, jarak antara kita dan matahari yang sudutnya rendah di langit lebih jauh. Akibatnya, cahaya matahari harus melewati atmosfer yang lebih tebal sebelum mencapai bumi.

Dalam perjalanan, gelombang cahaya biru terpental ke segala arah, sehingga kalah dengan cahaya merah yang lebih panjang gelombangnya. Akhirnya, yang tampak di mata kita adalah cahaya jingga dan merah. (*)

Sumber: Youtube Kok Bisa?

Editor : Clavel Lukas
#langit