MANADOPOST.ID - Banyak orang menemukan diri mereka tertarik pada tipe pasangan yang sama berulang kali, meskipun hubungan sebelumnya tidak berhasil.
Penelitian menunjukkan bahwa ada kecenderungan kuat untuk memilih pasangan dengan kepribadian yang mirip dengan pasangan sebelumnya.
Studi yang dilakukan oleh Universitas Toronto menemukan bahwa meskipun seseorang berusaha mencari tipe pasangan yang berbeda setelah hubungan berakhir, mereka cenderung tetap memilih orang dengan kepribadian yang serupa.
Penelitian ini mengungkap bahwa ada konsistensi signifikan dalam kepribadian pasangan romantis seseorang. Hal ini bukan hanya kecenderungan untuk memilih seseorang yang mirip dengan diri sendiri, tetapi juga menunjukkan bahwa pasangan saat ini sering menggambarkan diri mereka dengan cara yang mirip dengan pasangan sebelumnya.
Studi ini unik karena tidak hanya mengandalkan ingatan seseorang tentang kepribadian pasangan sebelumnya, tetapi juga laporan langsung dari pasangan tersebut.
Mengapa kita tertarik pada tipe yang sama berulang kali? Salah satu spekulasi adalah bahwa kita mungkin mengulangi cara kita berhubungan dengan pasangan sebelumnya, meskipun itu tidak menghasilkan hasil yang positif dalam jangka panjang.
Pola ini mungkin berakar pada konflik dan disfungsi yang tidak terselesaikan yang tetap tidak disadari dan kemudian diulang dalam satu hubungan yang gagal setelah yang lain.
Misalnya, seseorang yang memiliki beberapa pernikahan mungkin tidak menyadari bahwa pasangan mereka yang ketiga atau keempat memiliki kesamaan yang mencolok dengan pasangan sebelumnya.
Dari perspektif klinis, kita melihat bahwa baik pria maupun wanita mengulangi pola lama karena konflik yang tidak terselesaikan dan disfungsi tetap tidak disadari dan kemudian diulang dalam satu hubungan yang gagal setelah yang lain.
Pola ini mungkin berakar pada hubungan yang mereka miliki dengan orang tua mereka, baik ibu maupun ayah.
Dengan memahami mengapa kita cenderung memilih tipe pasangan yang sama, kita dapat mulai membuat perubahan yang diperlukan untuk mencari hubungan yang lebih sehat dan memuaskan.
Ini mungkin melibatkan refleksi diri yang mendalam dan mungkin bantuan dari profesional untuk mengatasi pola-pola yang tidak sehat. (*)
Editor : Tanya Rompas