MANADOPOST.ID - Jamur batang pada pohon alpukat kini menjadi momok bagi para petani dan pecinta buah tropis di berbagai daerah.
Penyakit ini tidak hanya merusak batang pohon, tetapi juga menurunkan produktivitas serta kualitas buah secara drastis, menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan petani.
Jamur batang pada pohon alpukat disebabkan oleh patogen berbahaya seperti Phytophthora cinnamomi.
Jamur ini menyerang jaringan kayu dan sistem pembuluh tanaman, menghambat aliran nutrisi dan air. Jika tidak segera ditangani, pohon bisa mati total.
Gejala awal serangan jamur ini mencakup bercak hitam atau cokelat pada batang yang semakin meluas. Getah sering kali keluar dari area yang terinfeksi, disertai daun menguning dan rontok sebelum waktunya. Proses fotosintesis pun terganggu, membuat pohon kehilangan kemampuan menghasilkan buah secara optimal.
Tahun ini, lebih dari separuh pohon saya terserang jamur batang. Buah yang dihasilkan kecil dan banyak yang busuk sebelum matang. Kerugian besar ini mendorongnya mencari solusi untuk menyelamatkan kebunnya.
Jamur batang menyebar dengan cepat di area dengan drainase buruk, tanah yang terkontaminasi, atau melalui alat pertanian yang tidak steril. Oleh karena itu, pencegahan menjadi langkah utama yang harus diperhatikan.
Beberapa rekomendasi untuk mengatasi masalah ini. Pertama, pastikan drainase tanah baik untuk mencegah genangan air. Kedua, gunakan fungisida berbasis tembaga secara berkala. Ketiga, sterilisasi alat-alat pertanian sebelum digunakan untuk memutus rantai penyebaran patogen.
Selain itu, ia menyarankan petani untuk memilih varietas pohon alpukat yang lebih tahan terhadap serangan jamur.
Langkah pencegahan saja tidak cukup. Petani juga perlu memantau pohon secara rutin. Jika tanda-tanda infeksi muncul, segera potong dan buang bagian yang terinfeksi agar tidak menyebar ke pohon lain. Edukasi tentang penyakit ini harus ditingkatkan agar para petani dapat mengambil tindakan cepat dan tepat.
Jamur batang tidak hanya menjadi tantangan lokal, tetapi juga berdampak global, mengancam pasokan alpukat yang permintaannya terus meningkat. Sebagai komoditas unggulan Indonesia, pohon alpukat memegang peran penting dalam mendukung perekonomian masyarakat.
Dengan kolaborasi antara petani, pemerintah, dan akademisi, ancaman ini dapat diminimalkan. Langkah-langkah proaktif dan solusi inovatif diharapkan mampu menjaga produktivitas pohon alpukat agar tetap tinggi dan memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun internasional.
Editor : Clavel Lukas