Webinar Kebangsaan KKK Angelica Tengker: Jenderal Moeldoko Nilai PPKM Turunkan Penyebaran Covid-19
Filip Kapantow• Selasa, 31 Agustus 2021 | 00:38 WIB
WEBINAR KEBANGSAAN: (foto atas, dari kiri) Keynote Speaker Kepala Staf Kepresidenan RI Jenderal TNI Purn Dr H Moeldoko SIP, Ketua Umum DPP KKK Angelica Tengker. (Foto bawah, dari kiri) Panelis Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Irjen PolMANADOPOST.ID - Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dr H Moeldoko SIP menegaskan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berhasil menurunkan penyebaran Covid-19. "Kalau kita melihat perkembangan Covid-19, Puji Tuhan dengan PPKM telah berhasil mengalami penurunan signifikan, saya juga mengingatkan bahwa presiden mengatakan kita tidak boleh lengah dalam menghadapi Covid-19," beber Moeldoko saat Webinar Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Kerukunan Keluarga Kawanua, dengan tema Semangat Kebangsaan Dalam Mengisi Kemerdekaan di Masa Pandemi Covid 19 Senin (30/08/2021). (Baca Juga: Jenderal Moeldoko, Mamoto, Kupas Wawasan Kebangsaan) Dijelaskannya, Covid-19 seperti balon, tekan disini muncul disana. "Saya berharap ada penurunan dari Jawa dan luar Jawa. Saya kira masyarakat tidak ingin ada lagi PPKM darurat," harapnya seraya menambahkan dalam sidang kabinet, presiden mengatakan kita tidak terbawa dalam euforia kesenangan, sehingga lalai dalam menerapkan protokol kesehatan . Sebab, keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Olehnya, penanganan Covid-19, terkait kebijakan dan strategi presiden, yakni pertama sektor kesehatan sebagai prioritas, kedua rakyat hidup dengan baik dengan diberikan bantuan sosial dan ketiga memastikan dunia usaha bisa menjalankan usaha dengan baik. "Panglima tertinggi dalam penanganan Covid-19 adalah Presiden Republik Indonesia," tegasnya. Lanjutnya, penekanan dari presiden, kita harus waspada. Sebab itu, perlu disosialisasikan kepada masyarakat yaitu masker dan vaksin. Melalui webinar, KKK diharapkan tolong disampaikan kepada teman-teman, sanak saudara untuk optimis bahwa Covid-19 segera diselesaikan. "Itu tidak cukup, apabila tidak ada konsep gotong royong dari kita semua. Maka dibutuhkan gotong royong dari kita semua. Saya selalu mengatakan, jangan kita mengangkat masalah mayoritas dan minoritas. Saya tidak setuju dengan kata itu. Perbedaan adalah sebuah karunia untuk kita kembangkan," tegasnya. Terkait tugas dari KSP, untuk mengelola isu-isu disinformasi atau berita hoax yang berkembang di masyarakat yang sangat mengangggu dalam penanganan Covid-19. Sebab sampai saat ini, masih ada saja oknum-oknum yang tidak mempercayai Covid-19 itu ada. "Sekali lagi, kepada masyarakat untuk membantu kami pemerintah dalam mengedukasi masyarakat mengenai pandemi ini," harapnya. Ketua Harian Kompolnas Irjen Pol (Purn) Dr Benny Mamoto SH memaparkan mengutip Dr GSSJ Sam Ratulangi, 'Setiap bangsa yang ingin mempertahankan jati dirinya, harus menghargai warisan suci tradisi dan budaya dari para leluhurnya; kita harus memelihara dan mempertahankan tradisi dan budaya Bangsa Minahasa dengan segenap kemampuan dan semangat. Karena semangat itu sendiri tidak lain mengandung tradisi dan budaya Minahasa,'. "Semangat Kebangsaan adalah aset terbesar Bangsa Indonesia, Presiden RI Joko Widodo mengatakan bahwa semangat adalah aset terbesar Bangsa Indonesia. Kita harapkan semangat persatuan kita, semangat kerukunan kita dan semangat kebangsaan kita bisa berikan, kita semangati, agar kita sadar, kita paham bahwa persatuan, kerukunan, dan nasionalisme adalah aset terbesar bangsa kita," urai Mamoto. Terkait kejahatan transnasional yang kita hadapi saat ini salah satu yaitu narkotika. Banyak orang stres dan frustrasi karena kena PHK di era pandemi, akhirnya orang yang kena PHK memilih menjadi pengedar narkoba dan yang stres berubah menjadi pembeli narkoba. "Kami berharap, setelah pandemi ini berakhir, pemerintah akan lebih memperhatikan permasalahan ini, dengan cara menggunakan RS khusus Covid-19 seperti Wisma Atlet untuk dijadikan tempat rehabilitasi," sarannya. Kepala Badan Keamanan Laut RI Pertama 2015-2016 Laksdya TNI (Purn) Dr Desi Albert Mamahit MSc ikut menjelaskan, periodisasi di Indonesia melalui sejarah peradaban manusia yang melakukan migrasi di tanah Indonesia. Selanjutnya zaman-zaman kerajaan Indonesia, kedatangan bangsa-bangsa seperti Portugis, Spanyol, Belanda, Inggris dan Perancis, pasca pra kemerdekaan, masa pasca kemerdekaan. "Sampai saat ini, merupakan bukti bahwa merawat kebangsaan perlu melalui kita tetap rawat ingat sejarah bangsa kita," ujar Mamahit. Terkait penanganan Covid-19 di perkapalan baik pemerintah maupun swasta, sebelum kru kapal berlayar bahwa ada beberapa pemeriksaan sebelum masuk kapal. Yaitu lewat antigen dan test PCR, juga sudah masuk dalam karantina selama persiapan pelayaran. Begitu juga kepada calon penumpang untuk tetap mengikuti protokol kesehatan. "Sekitar 2.500 Triliun kekayaan Laut di Indonesia per tahun menurut data Kemenmarves, ini merupakan bukti betapa kayanya negara kita ini. Saya berharap, Tahun 2045 nanti pada saat perayaan 100 tahun Indonesia adalah tahun emas, seluruh Tou Kawanua harus mapalus dan ikut aktif dalam pembangunan negara Indonesia dengan semangat kebangsaan," tegasnya. Kepala Staf Komando Operasi Angkatan Udara Marsekal Pertama Jorry Koloay SIP ikut mengingatkan, mengapa diperlukan semangat kebangsaan?. Agar, setiap Warga Negara Indonesia memiliki rasa nasionalisme yang tinggi serta semangat kebangsaan yang tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan dan ancaman di era globalisasi yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan," ujar Koloay. Olehnya, dengan memiliki semangat kebangsaan serta nasionalisme yang tinggi, akan mendorong semangat untuk menjunjung harkat dan martabat bangsa, membela kepentingan nasional di atas kepentingan pribadi dan golongan, rela berkorban demi bangsa dan negara serta mempunyai kesadaran akan segala aturan dalam hidup dan berbangsa dan bernegara. Mengenai kerjasama Sulawesi Utara dengan Filipina dalam berbagai sektor sesuai pertanyaan dari salah satu peserta webinar, Angkatan Udara tinggal menunggu surat dari Pemerintah Provinsi kepada Panglima TNI pasti segera diproses dan dipinjamkan pesawat guna transportasi dari Sulawesi Utara sampai ke Filipina. "Itu semua sesuai juga dengan fungsi kami dalam mengantarkan berbagai alat kesehatan langsung kepada pemerintah Sulawesi Utara," tegasnya. Sementara itu, Ketua Umum DPP KKK Angelica Tengker dalam sambutannya menegaskan pelaksanaan Webinar dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun ke-76 Republik Indonesia. Dalam rangka bulan kemerdekaan, Kerukunan Keluarga Kawanua perlu menggaungkan semangat kemerdekaan di masa pandemi Covid-19 ini, karena Bangsa Indonesia memiliki suku, agama, ras yang banyak, termasuk didalamnya Suku Minahasa. "Covid-19 telah mengubah perekonomian, perilaku sosial, budaya, dan politik bangsa, Melalui Webinar ini, KKK berharap dapat memupuk semangat kebangsaan melalui para nara sumber untuk kita tetap kuat menghadapi Covid-19 dan juga untuk mendukung visi untuk Indonesia semakin besar," harap Tengker. "Kita percaya, dengan semangat kebangsaan akan sanggup melalui pandemi. Terimakasih kepada Bapak Moeldoko telah bersedia menjadi keynote speaker dengan cara merawat kebangsaan dan kepada seluruh panelis yang telah terlibat. Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh. Kawanua Tangguh dan Kawanua akan terus Bertumbuh," tambahnya. Webinar yang diikuti peserta dalam dan luar negeri ini sendiri dipandu Host Lana Koentjoro Togas, Ketua Bidang DPP KKK dan Moderator Sonya Helen Sinombor. Tampak hadir para peserta yaitu para pengurus DPP KKK diantaranya Sekretaris Jenderal Michael Lakat dan Wakil Sekjen Lisa Malonda yang menyampaikan ucapan terima kasih di akhir acara, DPD KKK, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, tenaga kesehatan, tokoh pemuda, serta dari seluruh elemen masyarakat Indonesia. (sandy) Editor : Filip Kapantow