Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Sarasehan Nasional MPR RI di Manado, Gubernur Yulius Selvanus Paparkan Strategi Kepemimpinan dan Target Ekonomi Sulut

Angel Rumeen • Rabu, 19 November 2025 | 22:48 WIB

Photo
Photo
 

MANADOPOST.ID—Rabu (19/11), digelar Sarasehan Nasional bertema 'Obligasi Daerah sebagai Salah Satu Alternatif Pembiayaan Daerah dan Instrumen Investasi Publik' Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) di Ruang CJ Rantung Kantor Gubernur Sulawesi Utara,

Dalam forum strategis tersebut, Gubernur Sulut Yulius Selvanus tampil sebagai keynote speaker dan menyampaikan pandangan tajam mengenai kepemimpinan, tantangan pembangunan, serta strategi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Di hadapan unsur pemerintah pusat, daerah, akademisi, dan undangan nasional, Gubernur Yulius menegaskan seorang pemimpin harus tetap tangguh sekalipun berhadapan dengan berbagai kesulitan.

Baginya, kepemimpinan tidak hanya soal visi, tetapi kemampuan menjaga integritas, ketenangan, serta keberanian mengambil keputusan di tengah tekanan.

“Saya tidak pernah patah semangat, tetap bijak. Seorang pemimpin harus berani hadapi semua persoalan dan berani ambil keputusan,” tegas Yulius.

Ia menambahkan kualitas seorang pemimpin terlihat justru ketika memasuki situasi paling menantang. Menurutnya, kemampuan berimprovisasi dan mengelola krisis adalah hal yang membedakan pemimpin biasa dengan pemimpin yang mampu memikul tanggung jawab besar.

“Pemimpin dalam situasi susah, itu baru pemimpin. Lepas dari kesulitan, itu baru pemimpin,” ujarnya.

Dalam sarasehan ini, Gubernur Yulius juga memaparkan target pembangunan Sulawesi Utara hingga 2029. Pemerintah Provinsi menargetkan pertumbuhan ekonomi berada pada kisaran 7,8 persen hingga 8,8 persen, meningkat dari posisi terakhir sebesar 5,6 persen. Menurutnya, target tersebut realistis dan dapat dicapai melalui konsistensi program prioritas yang menyentuh sektor-sektor strategis.

“Kami akan melaksanakan penguatan koperasi, UMKM, pariwisata, ekonomi kreatif, pertanian, industri, kehutanan, perikanan, mineral batu bara, dan investasi,” jelasnya.

Selain pertumbuhan ekonomi, sejumlah indikator pembangunan juga ditetapkan sebagai sasaran utama, di antaranya indeks ketahanan pangan sebesar 76,39, indeks ketahanan energi 6,66, kapasitas air baku 1,06, serta indeks kualitas lingkungan hidup 79,56.

Seluruh target tersebut diproyeksikan melalui sinergi lintas sektor dan pemanfaatan pembiayaan yang sehat, termasuk opsi obligasi daerah yang menjadi fokus sarasehan.

Yulius juga mengungkapkan Sulut akan menghadapi tantangan fiskal besar pada tahun depan menyusul turunnya dana transfer pusat sebesar Rp 3,15 triliun, di mana Pemprov Sulut sendiri mengalami pengurangan mencapai Rp 593,8 miliar. “Infrastruktur menjadi kebutuhan penting untuk mewujudkan visi dan misi pemerintah daerah,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Sarasehan Nasional Aditya Moha menyampaikan kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian serupa di berbagai daerah.

Ia menjelaskan di Sulut telah dilaksanakan berbagai kegiatan pendukung seperti sosialisasi MPR di kawasan Jalan Roda serta podcast bersama media lokal. “Hari ini dilaksanakan paralel sarasehan nasional dan pameran UMKM di Kantor Gubernur Sulut,” beber Moha.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay, Badan Penganggaran MPR RI Melchias Markus Mekeng, Deputi Komisioner Pengawas OJK Eddy Manindo Harahap, Direktur Eksekutif Nagara Institute Akbar Faizal, para kepala daerah, jajaran Pemprov Sulut, dan Staf Khusus Gubernur.(gel)

Editor : Angel Rumeen