MANADOPOST.ID– Direktur Utama RSUP Prof Dr R D Kandou Manado Prof Dr dr Starry H Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, MARS, MHKes, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas rumah sakit dan pemerintah daerah untuk mempercepat pemerataan layanan kanker, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
Hal tersebut disampaikan Prof Starry Rampengan dalam sambutannya pada Rapat Koordinasi Pengampuan Layanan Kanker Regional Provinsi Sulawesi Utara, Maluku, dan Maluku Utara Tahun 2026 yang digelar di Manado, 22–24 Oktober 2026.
Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa transformasi kesehatan, khususnya pada pilar transformasi layanan rujukan, menuntut tersedianya layanan kesehatan prioritas yang merata dan dapat diakses masyarakat. Layanan tersebut mencakup penanganan kanker, jantung, stroke, uronefrologi, serta kesehatan ibu dan anak.
Sebagai rumah sakit pengampu regional, RSUP Kandou memiliki tanggung jawab untuk membina rumah sakit di wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, hingga Papua. Menurutnya, pengampuan bukan sekadar penugasan administratif, melainkan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas dan pemerataan pelayanan kesehatan.
Prof Starry mengakui, upaya tersebut menghadapi tantangan yang tidak ringan, terutama di wilayah kepulauan. Jarak dan transportasi, keterbatasan dokter spesialis, serta pemenuhan sarana, prasarana, dan alat kesehatan masih menjadi persoalan yang perlu ditangani secara bersama.
Karena itu, pelaksanaan pengampuan dilakukan melalui pendampingan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), visitasi, serta penguatan sistem rujukan secara berjenjang, mulai dari rumah sakit strata Madya, Utama, hingga Paripurna.
Saat ini, jejaring pengampuan RSUP Kandou mencakup lebih dari 80 rumah sakit di sejumlah provinsi, termasuk rumah sakit umum daerah tingkat provinsi dan kabupaten/kota, serta rumah sakit vertikal. Setiap rumah sakit memiliki target peningkatan strata dan tahun pencapaian masing-masing hingga 2028.
Secara khusus, rapat koordinasi ini mengevaluasi perkembangan 47 rumah sakit jejaring layanan kanker yang tersebar di empat provinsi, yakni Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, dan Maluku Utara.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam sambutan, Sulawesi Utara memiliki 17 rumah sakit jejaring kanker, Gorontalo tujuh rumah sakit, Maluku 12 rumah sakit, serta Maluku Utara 11 rumah sakit.
Prof Starry menyampaikan apresiasi kepada para direktur rumah sakit jejaring dan Dinas Kesehatan provinsi atas upaya dan komitmen dalam meningkatkan kapasitas pelayanan. Sejumlah rumah sakit, khususnya dalam layanan kemoterapi, telah menunjukkan perkembangan dan mulai menjalankan pelayanan di daerah masing-masing.
Meski demikian, ia menekankan masih terdapat rumah sakit yang belum mencapai target, terutama terkait pemenuhan tenaga kesehatan dan alat kesehatan. Hal ini menjadi salah satu fokus evaluasi dan pembahasan dalam rapat koordinasi tersebut.
"Berharap forum ini dapat memperkuat upaya peningkatan skrining, deteksi dini, tata laksana, serta pencatatan dan pelaporan kasus kanker atau cancer registry. Seluruh upaya tersebut perlu didukung ketersediaan SDM yang kompeten, sarana dan prasarana memadai, serta alat kesehatan sesuai kebutuhan pelayanan," tutur Prof Starry yang juga menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI).
Lebih lanjut, Prof Starry menegaskan bahwa keberhasilan program pengampuan membutuhkan kerja sama seluruh pemangku kepentingan, mulai dari Kementerian Kesehatan, rumah sakit pengampu nasional, rumah sakit pengampu regional, Dinas Kesehatan, hingga rumah sakit jejaring.
Prof Starry mengajak seluruh peserta memanfaatkan rangkaian rapat koordinasi selama tiga hari untuk memperkuat kolaborasi, berbagi pengalaman, dan merumuskan langkah nyata dalam meningkatkan pelayanan kanker di wilayah masing-masing.
Melalui sinergi tersebut, diharapkan kesenjangan pelayanan kesehatan antarwilayah dapat dikurangi sehingga masyarakat, termasuk yang tinggal di daerah kepulauan dan wilayah terpencil, memperoleh akses terhadap layanan kanker yang lebih berkualitas.
“Pengampuan hanya akan berhasil bila kita bergerak bersama,” demikian pesan yang ditekankan dalam sambutan tersebut," tutup Prof Starry. (*)
Editor : Gregorius Mokalu