Bacaan Alkitab: Rut 1 : 1-22
Tema Mingguan: "Komitmen Perempuan Asing Mengikuti Allah"
Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Setiap orang pasti pernah mengalami pergumulan dan kesulitan hidup. Menghadapi semuanya itu, orang akan berusaha untuk mencari jalan keluar agar tetap bertahan
hidup. Ini juga yang pernah dialami oleh keluarga Elimelekh seperti yang diungkapkan dalam Kitab Rut 1:1-22.
Pada zaman pemerintahan para hakim, terjadilah kelaparan di tanah Israel. Akibat kelaparan ini, maka pergilah anak mereka Elimelekh bersama istrinya Naomi dan kedua anak mereka yang bernama Mahlon dan Kilyon, dari Betlehem-Yehuda dan menetap di daerah Moab. Moab adalah suatu daerah yang terletak di sebeiah timur Laut Mati, di selatan sungai Arnon yang raja beserta penduduknya mayoritas adalah penyembah Dewa Kamos. Elimelekh dan keluarganya meninggalkan Betlehem itu berarti mereka harus menyesuaikan diri sebagai orang asing di Moab. Kedua anak Elimelekh kemudian menikah dengan perempuan-perempuan Moab; Kilyon menikah dengan Orpa dan Mahlon menikah dengan Rut (4:10). Selama sepuluh tahun berada di Moab, ternyata tidak mengubah hidup mereka menjadi lebih baik, sebab ada banyak hal pahit atau kesulitan hidup yang diijinkan Tuhan Allah menimpa keluarga tersebut, termasuk kematian para suami dari ketiga perempuan itu.
Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Setelah peristiwa pahit tersebut, Naomi mendengar bahwa Tuhan Allah telah memperhatikan umat-Nya sehingga tersedia makanan di Betlehem. Naomi bergegas kembali ke tanah Betlehem-Yehuda bersama kedua menantunya. Dalam perjalanan tersebut, ia mempersilahkan kedua menantunya untuk pulang masing-masing ke rumah orang tuanya. Awalnya, kedua menantunya tidak mau kembali ke Moab. Tapi akhirnya Orpa memutuskan untuk kembali ke Moab, sedangkan Rut memutuskan untuk tetap mengikuti mertuanya Naomi ke Betlehem-Yehuda. Keputusan Rut bukanlah keputusan tanpa risiko sebab hidup sebagai seorang asing di Israel bukanlah hal yang mudah. Rut adalah seorang janda tanpa anak, berlatar belakang penyembah berhala, sehingga risiko dikucilkan dan diasingkan jelas ada di depan matanya. Namun semua itu tidak menyurutkan niatnya untuk tetap mengikuti mertuanya, bahkan dengan berani Rut meneguhkan komitmennya dengan pengakuan "...bangsamulah bangsaku, dan Allahmulah Allahku."
Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Hal ini membuktikan bahwa Rut lebih mencintai Tuhan Allah Israel dari pada allah-allahnya karena cinta kasih dan kesetiaanya kepada almarhum suaminya dan mertuanya. Ia siap menghadapi babak baru dalam hidupnya saat mana ia berkomitmen mengikuti Tuhan Allah Israel. Ia tetap setia dan beriman kepada Tuhan Allah, serta tabah menghadapi segala sesuatu sehingga dapat bertahan hidup bersama Naomi. Demikianlah mereka sampai ke Betlehem pada permulaan musim menuai jelai. Dari kisah ini maka ada pesan Firman bagi kita semua, yaitu:
1. Betapa penting warisan iman yang harus diberikan oleh kita semua sebagai orang-orang tua kepada anak-cucu. Naomi dan keluarganya sekalipun berada jauh dari
kampung halamannya dan tinggal di daerah yang tidak mengenal dan menyernbah Tuhan Allah, namun ia tidak meninggalkan Tuhan Allah Israel. Ia tidak terpengaruh
dengan situasi dan keadaan dan ia tetap percaya kepada Tuhan Allah Israel. Begitu juga dengan kehidupan kita, meskipun ada banyak kesulitan dan pergumulan yang kita
alami di masa tua ini, jangan pernah meninggalkan Tuhan Allah. Kita harus tambah dekat dan setia kepada-Nya, sehingga kita akan mewariskan teladan iman kepada
generasi selanjutnya dan menikmati kebahagiaan seperti Naomi.
2. Betapa penting keteladanan hidup. Rut berkomitmen mengikuti kemana pun Naomi pergi, karena ia tentu melihat dengan jelas cara hidup beriman dari mertuanya Naomi. Kasih sayang dan keteladanan hidup yang ditunjukkan oleh Naomi, mendorong Rut untuk mengikuti kemana pun Naomi pergi, termasuk untuk kembali ke daerah asalnya di Betlehem. Marilah sebagai oma/opa, orang tua atau mertua di tengah keluarga, tunjukanlah cara hidup yang baik dan benar kepada anak, cucu dan menantu kita. Berikan kasih sayang dan perhatian kepada mereka agar mereka pun menunjukkan kasih sayang dan rasa hormat kepada kita.
3. Betapa penting sebuah komitmen. Rut sebagai perempuan asing telah membuktikan bahwa Tuhan Allah tetap memelihara orang-orang yang mau datang dan berkomitmen untuk percaya kepadaNya Yesus.
Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Oleh karena itu, melalui bacaan ini kita perlu belajar dari sosok Rut, seorang perempuan muda yang berjuang demi kelangsungan hidup dan tetap mau taat kepada Tuhan Allah. Sekalipun ditinggalkan suaminya, namun ia percaya Tuhan Allah Israel sanggup memelihara hidupnya. Kehidupan Rut hendaknya juga menjadi motivasi bagi kita di usia lanjut ini bahwa sekalipun mungkin ada yang telah menjanda atau menduda, namun pertolongan Tuhan Allah tidak akan pernah terlambat bagi kita semua. Pada saat tidak ada seorang pun yang dapat diandalkan maka Tuhan Allah adalah satu-satunya yang dapat diandalkan dan yang dapat memelihara hidup kita. Komitmen Rut untuk beriman kepada Tuhan Allah dan setia sampai mati menjadikan Rut sebagai wanita terhormat dan mengantarnya pada kehidupan yang baru sebagai seorang yang dipilih Tuhan Allah yang dari keturunannya lahirlah Yesus Kristus.
Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Rut menikah dengan Boas saudara mertuanya, pemilik ladang. Dalam Injil Matius 1:1-17 tercatat silsilah Yesus Kristus, pada ayat ke-5 dituliskan Boas memperanakan Obed dari Rut. Rut dipakai Tuhan Allah untuk menjadi berkat melahirkan keturunan sampai kepada Yesus Kristus. Itulah sebabnya sebagai LANSIA, marilah kita tetap teguh di dalam Tuhan Allah dan percaya bahwa penderitaan seberat apapun dapat dilalui asalkan kita tetap berkomitmen untuk mengikuti Yesus Kristus dengan setia sampai selamanya. Ingatlah, menjadi tua bukan berarti tidak lagi berguna, tetapi justru harus semakin bermanfaat untuk menjadi saluran berkat bagi anak-cucu, generasi masa kini dan masa depan. Wariskanlah iman dan keteladanan hidup yang benar serta terus berkomitmen untuk tetap percaya dan setia kepada Tuhan Allah di dalam Yesus Kristus. Amin.
Baca Juga: Renungan Lansia 1-7 OKTOBER 2023, Lukas 10:25-37 Wujudkan Belas Kasihan
Baca Juga: Renungan Lansia GMIM 8-14 Oktober 2023, Mazmur 104 : 1-18 Allah Memberi Hidup Kepada Semua Ciptaan
Editor : Aprilia Sahari