PAKATUAN WO PAKALAWREN
TANGGAL: 21— 27 APRIL 2024
PEMBACAAN ALKITAB: Roma 12:1-8
TEMA: Memberi Persembahan Dengan Hati Yang Ikhlas
Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus, Terpujilah nama Tuhan Yesus Kristus Kepala gereja yang terus menyertai kita sehingga diperkenankan hadir dalam persekutuan Ibadah LANSIA saat ini. Pertanyaan untuk kita, sudahkah yang terbaik kuberikan kepada Yesus Kristus Tuhanku, sebagaimana syair lagu NKB No. 199.
Saya percaya kita semua bangga memiliki Yesus Kristus yang mempersembahkan diri-Nya; rela mati di kayu salib, dikuburkan dan bangkit pada hari ketiga untuk menyelamatkan umat manusia. Pengorbanan-Nya dilakukan untuk menebus dosa kita semua. Karena itu tema perenungan kita ini ialah: "Memberi persembahan dengan tulus ikhlas." Menurut bacaan Alkitab dalam Roma 12:1-8.
Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus, Rasul Paulus menulis surat kepada jemaat di Roma saat ia di Korintus. Surat ini ditulis dengan maksud untuk memberi penguatan kepada jemaat di Roma yang sedang menghadapi banyak tekanan dan konflik. Dalam Roma 12:1-8 ini Paulus menasihati jemaat bagaimana hidup dalam satu tubuh Yesus Kristus dan bersikap baik serta benar dalam perilaku kehidupan setiap hari.
Hanya oleh karena kemurahan Tuhan Allah sehingga ia menasihatkan mereka tentang cara hidup orang Kristen yang benar dan bagaimana memberi persembahan yang benar. Dalam ayat 1 nasihat tentang mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah, itu adalah ibadahmu yang sejati.
Maksud dari nasihat ini, Paulus mengingatkan jemaat Roma bagaimana mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup kepada Allah. Orang beriman tidak perlu lagi mempersembahkan binatang untuk menyenangkan hati Tuhan Allah, sebagaimana yang dilakukan umat Tuhan di zaman Perjanjian Lama.
Tetapi bagaimana mereka mempersembahkan seluruh dirinya dalam pelayanan yang hidup kepada Tuhan Allah. Karena hidup orang percaya telah diubahkan oleh Yesus Kristus dengan mempersembahkan diri- Nya, mati disalibkan untuk menebus dosa kita, dan la telah bangkit mengalahkan kuasa maut. Semua itu karena kemurahan kasih Tuhan Allah bagi bagi orang percaya.
Ayat 2, firman ini mengingatkan kita "janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." Maksud dari ayat ini Paulus mau menyatakan bahwa dunia di mana kita berpijak membuat manusia lebih mengandalkan kuasa lain dan melupakan Tuhan Allah yang telah menyelamatkan.
Karena itu Paulus mengingatkan jemaat bahwa hidup orang percaya telah diselamatkan dan telah menggenakan hidup baru yaitu hidup dalam Yesus Kristus. Karena itu, tanggalkanlah hidup yang lama karena kehidupan ini telah mengalami pembaharuan. Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Apa yang kita miliki di dunia semuanya akan lenyap, tetapi hidup bersama Yesus Kristus tidak akan lenyap selama- lamanya. Dan semua itu Paulus sampaikan karena sesuai dengan karunia-karunia yang dianugerahkan Tuhan Allah. Walaupun karunia-karunia itu berbeda-beda, tetapi tetap satu tubuh di dalam Kristus. Karunia-karunia yang berbeda-beda memiliki keunikan dan peran tersendiri, tapi semua itu sama di mata Tuhan Allah.
Paulus mengingatkan untuk tidak memegahkan atau menyombongkan tetapi bagaimana saling melengkapi satu dengan yang lainnya, itulah yang dimaksud dengan persembahan yang hidup, kudus dan berkenan kepada Tuhan Allah dengan melakukan yang terbaik sesuai dengan karunia yang diberi-Nya.
Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus, Apapun karunia yang Tuhan Allah beri, lakukanlah dengan hati yang ikhlas, rajin dan penuh sukacita jangan dengan terpaksa atau karena ada alasan tertentu. Apapun yang dilakukan, lakukanlah untuk Tuhan, bukan untuk manusia. Ayat 6-8 dipertegas, jika karunia bernubuat, baiklah lakukanlah itu sesuai dengan iman kita, jika karunia untuk mengajar baiklah kita mengajar, jika menasihati baiklah kita menasehati, siapa yang membagi-bagikan sesuatu hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas dan siapa yang memberi pimpinan lakukan dengan rajin, siapa yang menunjukkan kemurahan lakukanlah dengan dengan penuh sukacita.
Hal ini mengingatkan kepada jemaat untuk mempergunakan semua karunia/talenta yang Tuhan Allah anugerahkan dengan baik dan benar untuk kemuliaan nama- Nya sebagai bentuk persembahan yang terbaik kita.
Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus, Sudahkah kita memberi persembahan yang terbaik untuk Tuhan Allah, sebagaimana pertanyaan di awal khotbah ini. Firman Tuhan mengingatkan kita bagaimana memberi yang terbaik kepada Tuhan Allah melalui sikap dan perilaku hidup yang telah diperbaharui.
Hidup yang memuliakan Tuhan Allah dengan mempersembahkan tubuh sebagai persembahan sejati, hidup sesuai dengan firman dan melakukan karunia/talenta Tuhan Allah dengan baik dan benar. Apakah itu sudah kita lakukan dan kehidpan kita sebagai ibu, bapak LANSIA?
Saya percaya apapun yang kita lakukan dalam menjalani hidup ini yaitu bekerja dan berbuat untuk Tuhan Allah. Walaupun kita sadari setiap pekejaan yang kita lakukan belum maksimal sesuai dengan harapan Tuhan Allah, karena selalu saja diperhadapkan dengan tantangan dan hambatan. Tetapi firman Tuhan mengingatkan kita ketika bekerja dengan penuh sukacita pasti semua persoalan hidup yang dihadapi mampu kita jalani dan berjalan sesuai dengan kehendak Tuhan Allah sebab kita percaya waktu Tuhan pasti yang terbaik.
Marilah kita tetap semangat dan giat bekerja untuk Tuhan Allah di dalam Yesus Kristus, walaupun usia kita sudah lanjut, tetap menjadi berkat untuk anak-anak dan cucu-cucu kita, supaya kehidupan keluarga diberkati-Nya. Firman hari ini mengingatkan bagaimana mempersembahkan yang terbaik untuk Tuhan Allah.
Apa yang terbaik yang harus kita beri untuk Tuhan Allah, jadilah teladan untuk anak-anak, cucu-cucu dan keluarga kita. Jangan kita ragu dan takut memberi untuk Tuhan Allah. Percayalah, Tuhan Allah akan mengembalikan berkat melebihi apa yang telah kita beri dengan penuh sukacita dan dengan hati yang ikhlas untuk kemuliaan nama-Nya. Amin
Editor : Clavel Lukas