Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Renungan Pantekosta Jumat 15 Mei 2026, Api Roh Kudus dan Panggilan untuk Tetap Setia

Deiby Rotinsulu • Jumat, 15 Mei 2026 | 09:57 WIB
Gereja Pantekosta di Indonesia
Gereja Pantekosta di Indonesia

 

Bacaan: Kitab Wahyu pasal 3–4
Tema: “Roh Kudus Memanggil Gereja untuk Tetap Setia dan Menyembah Tuhan”

Dalam Wahyu pasal 3, Tuhan berbicara kepada jemaat-jemaat tentang keadaan rohani mereka.

Ada jemaat yang terlihat hidup tetapi sebenarnya mati, ada yang suam-suam kuku, dan ada juga yang tetap setia di tengah tekanan.

Pesan ini sangat relevan pada masa Pantekosta, karena Pantekosta bukan hanya tentang pengalaman rohani, tetapi tentang hidup yang terus dipimpin oleh Roh Kudus.

Tuhan berkata kepada jemaat Laodikia bahwa mereka suam-suam kuku. Iman mereka tidak dingin, tetapi juga tidak menyala.

Banyak orang percaya hari ini bisa aktif melayani, hadir beribadah, tetapi kehilangan api kasih mula-mula kepada Tuhan. Roh Kudus datang bukan sekadar memberi emosi rohani sesaat, melainkan membangkitkan hati yang sungguh-sungguh mengasihi dan taat kepada Kristus.

Di sisi lain, Wahyu pasal 4 membawa kita melihat takhta Allah di surga. Yohanes melihat Tuhan yang mulia, disembah tanpa henti oleh makhluk-makhluk hidup dan para tua-tua.

Gambaran ini mengingatkan bahwa pusat kehidupan orang percaya adalah penyembahan kepada Tuhan. Ketika Roh Kudus memenuhi hidup kita, fokus kita tidak lagi pada diri sendiri, melainkan pada kemuliaan Allah.

Pantekosta mengajak kita kembali mengevaluasi hidup rohani:

Tuhan masih mengetuk pintu hati setiap orang. Dia rindu agar gereja dan setiap pribadi hidup dalam pertobatan, kesetiaan, dan penyembahan yang sejati.

Ayat Kunci

“Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya.”
Kitab Wahyu 3:20

Pokok Doa

  1. Meminta hati yang tetap menyala oleh Roh Kudus.
  2. Memohon kekuatan untuk hidup setia kepada Tuhan.
  3. Agar gereja menjadi gereja yang hidup dalam penyembahan dan kebenaran.

Pantekosta bukan hanya perayaan, tetapi panggilan untuk hidup penuh Roh Kudus setiap hari. Saat kita memandang takhta Tuhan seperti dalam Wahyu 4, kita diingatkan bahwa hidup ini ada untuk memuliakan Dia. Biarlah Roh Kudus menolong kita menjadi gereja yang setia sampai Tuhan datang kembali. (*)

Editor : Deiby Rotinsulu
#Jumat 15 Mei 2026 #Api Roh Kudus dan Panggilan untuk Tetap Setia #Renungan Pantekosta