Obor GMIM Rabu 20 Mei 2026
Ibrani 1:8-9
(8) Tetapi tentang Anak Ia berkata: "Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran.
(9) Engkau mencintai keadilan dan membenci kefasikan; sebab itu Allah, Allah-Mu telah mengurapi Engkau dengan minyak sebagai tanda kesukaan, melebihi teman-teman sekutu-Mu."
Sobat Obor, dalam sejarah manusia kita sering melihat bagaimana kekuasaan dijalankan.
Banyak pemimpin yang naik tahkta dengan ambisi pribadi, mempertahankan posisi dengan cara-cara yang tidak jujur, atau menggunakan otoritasnya untuk menindas yang lemah.
Namun, bacaan kita hari ini menyajikan sebuah standar kekuasaan yang sangat berbeda dan abadi. Penulis Ibrani menegaskan bahwa takhta Allah yang terwujud dalam diri Anak-Nya berdiri di atas fondasi yang tidak akan pernah goyah atau fana.
Dua pilar utama dari pemerintahan Kristus adalah keadilan dan kebenaran.
Ayat 8 menyebutkan bahwa "tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran."
Dalam bahasa aslinya, kata "kebenaran" di sini merujuk pada ketulusan dan integritas yang tanpa cacat.
Kristus tidak memerintah dengan kelaliman, melainkan dengan kejujuran mutlak.
Takhta-Nya bersifat kekal bukan hanya karena kuasa-Nya yang besar, tetapi karena sifat-Nya yang suci.
Dia adalah Raja yang mencintai keadilan dan membenci kefasikan (ay. 9).
Inilah inti pengajaran yang periu kita renungkan: Kristus adalah standar tertinggi dari segala sesuatu yang benar.
Di dunia yang sering kali memaklumi ketidakjujuran demi keuntungan, Kristus hadir sebagai sosok yang sama sekali berbeda.
Ia diurapi dengan "minyak tanda kesukaan" karena Ia setia pada prinsip kebenaran Bapa.
Pengurapan ini menunjukkan bahwa kemuliaan dan sukacita sejati hanya ditemukan dalam kesetiaan pada apa yang benar
di mata Allah.
Bagian ini mengajar kita bahwa di atas segala kekacauan dan ketidakadilan yang mungkin kita lihat di dunia saat
ini, ada satu takhta yang tetap teguh.
Kekuasaan dunia bisa naik dan runtuh, tetapi pemerintahan Sang Anak tetap berdiri selamanya karena integritas-Nya yang sempurna.
Memahami hal ini memberikan kita ketenangan, bahwa pada akhirnya, kebenaran-Nyalah yang akan memenangkan sejarah.
Amin
Baca Juga: RHK GMIM Rabu 20 Mei 2026, Ibrani 1:8-9 Takhta Kekal Dan Tongkat Kebenaran
Editor : Aprilia Sahari