RHK GMIM Sabtu 5 September 2026
Efesus 4:30-32
(30) Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.
(31) Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.
(32) Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Pernahkah kita menyakiti hati seseorang yang sangat mengasihi kita?
Rasa bersalahnya tentu sangat mendalam.
Hal yang sama terjadi dalam hubungan kita dengan Tuhan Allah.
Rasul Paulus mengingatkan sebuah kebenaran yang luar biasa: Roh Kudus bisa berduka.
Roh Kudus bukanlah sekadar energi atau kekuatan gaib yang tak berpribadi.
Dia adalah Pribadi Tuhan Allah sendiri yang tinggal di dalam hati kita, yang telah 'memeteraikan' kita sebagai milikNya.
Karena Dia adalah Pribadi yang hidup dan penuh kasih.
Dia bisa merasakan kesedihan ketika anak-anak-Nya memilih untuk hidup dalam dosa.
Hal-hal apa saja yang mendukakan Roh Kudus?
Paulus menjelaskannya dengan sangat jelas pada ayat 31.
Roh Kudus berduka ketika kita menyimpan: Kepahitan: Sakit hati yang dipelihara terus-menerus.
Kegeraman dan Kemarahan: Emosi yang meledak-ledak dan tidak terkendali.
Pertikaian dan Fitnah: Kata-kata yang merusak hubungan dan menjatuhkan orang lain.
Segaia Kejahatan: Niat atau tindakan yang sengaja merugikan sesama.
Semua hal di atas bertolak belakang dengan sifat Roh Kudus yang adalah kasih, damai sejahtera dan kebaikan.
Ketika kita membiarkan kepahitan atau kemarahan menguasai hati, kita sedang 'mengusir' damai sejahtera-Nya dan membuat-Nya berduka.
Manusia baru yang dipimpin oleh Roh Kudus diperintahkan untuk melakukan pembalikan total (Ayat 32): ramah, penuh kasih mesra dan saling mengampuni.
Mengapa kita harus mengampuni, bahkan ketika itu terasa sangat sulit?
Dasarnya jelas: "sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu."
Kita mengampuni bukan karena orang lain layak mendapatkannya, tetapi karena kita sadar bahwa kita telah terlebih dahulu diampuni oleh Tuhan Allah secara luar biasa.
Pengampunan adalah jalan utama agar hidup kita tidak mendukakan Roh Kudus.
Sebagai keluarga Kristen, marilah kita buang segala kepahitan, dendam atau kemarahan yang sengaja disimpan di dalam hati terhadap seseorang?
Marilah kita tunjukkan keramahan dan kasih mesra kepada orang-orang di sekitar kita, agar Roh Kudus bersukacita
di dalam hidup kita?
Doa: Ya Tuhan Aliah, kami berterima kasih atas Roh Kudus-Mu yang setia tinggal di dalam hati dan memeteraikan hidup kami. Ampuni kami jika tindakan, pikiran atau perkataan kami selama ini seringkali mendukakan-Mu. Hari ini, kami mau membuang segala kepahitan, kegeraman dan kemarahan. Berikan kami kekuatan untuk mengampuni mereka yang bersalah kepada kami, sama seperti Engkau telah mengampun kami. Kami berdoa dalam nama Anak-Mu, Yesus Kristus. Amin.
Baca Juga: MTPJ GMIM 30 Agustus-5 September 2026, Efesus 4:17-32
Baca Juga: RHK GMIM Minggu 30 Agustus 2026, Efesus 4:17 Mengenal Tuhan Allah
Baca Juga: RHK GMIM Senin 31 Agustus 2026, Efesus 4:18-19 Jangan Hidup Jauh Dari Persekutuan Dengan Tuhan Allah
Baca Juga: RHK GMIM Selasa 1 September 2026, Efesus 4:20-21 Mengenal Yesus Kristus Mengubah Hidup
Baca Juga: RHK GMIM Rabu 2 September 2026, Efesus 4:22-23 Menanggalkan Manusia Lama
Baca Juga: RHK GMIM Kamis 3 September 2026,Efesus 4:24-25 Mengenakan Manusia Baru Dalam Kebenaran Dan Kekudusan
Baca Juga: RHK GMIM Jumat 4 September 2026, Efesus 4:26-29 Melakukan Pekerjaan Yang Baik
Editor : Aprilia Sahari