RHK GMIM Sabtu 12 September 2026
Keluaran 18:25-27
(25) Dari seluruh orang Israel Musa memilih orang-orang cakap dan mengangkat mereka menjadi kepala atas bangsa itu, menjadi pemimpin seribu orang, pemimpin seratus orang, pemimpin lima puluh orang dan pemimpin sepuluh orang.
(26) Mereka ini mengadili di antara bangsa itu sewaktu-waktu; perkara-perkara yang sukar dihadapkan mereka kepada Musa, tetapi perkara-perkara yang kecil diadili mereka sendiri.
(27) Kemudian Musa membiarkan mertuanya itu pergi dan ia pulang ke negerinya.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Musa dinasihati oleh mertuanya, Yitro. agar tidak menanggung semua beban umat seorang diri.
Ia diajak untuk mendelegasikan tugas dengan berbagi tanggung jawab supaya semua dapat berjalan dengan baik.
Ia memilih orang-orang yang cakap dan memberikan mereka tugas sesuai dengan kapasitas dan kemampuan mereka.
Perkara yang sukar dihadapkan kepada Musa dan perkara yang kecil diadili mereka sendiri.
Inilah bentuk kepercayaan dan model penataan kepemimpinan yang sangat baik.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Dalam kehidupan rumah tangga, setiap anggota keluarga memiliki peranannya masing-masing.
Anak-anak dipersiapkan untuk dapat bertanggung jawab sesuai usia mereka.
Suami istri saling melengkapi, bukan saling menguasai ataupun saling membebani.
Membagi tugas rumah, mendengarkan beban satu sama lain dan memercayai kemampuan tiap anggota sangat penting demi
keharmonisan dan kebaikan bersama.
Musa tidak memilih sembarang orang, tapi orang yang cakap atau orang yang berkarakter, bijaksana, jujur dan takut akan Tuhan Allah untuk memimpin umat Israel dalam menyelesaikan masalah kehidupan mereka.
Setelah selesai memberi nasihat yang baik, Yitro pun pergi dengan sukacita.
Yitro datang, memberi nasihat bijak, lalu kembali pulang.
Ia tidak menuntut apa-apa.
Ia pun tidak meminta imbalan atau balas jasa.
Ia hanya ingin membantu, lalu pergi dengan sukacita karena yakin bahwa Musa dan umat IsraeI ada di dalam tuntunan Tuhan Allah.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Sikap Yitro mengajarkan kita sesuatu yang penting tentang ketulusan dalam memberi dan kerelaan untuk melepaskan.
Dalam keluarga, kita seringkali ingin terus mengontrol atau memastikan segala sesuatu berjalan seperti keinginan kita.
Tapi ada saatnya, seperti Yitro, kita cukup memberi masukan dan percaya bahwa Tuhan Allah yang akan bekerja lebih lanjut.
Ini menjadi contoh bagi orangtua bahwa, nasihat yang baik, jika disampaikan dengan kasih, bisa memberi pengaruh besar.
Tapi setelah itu, biarlah anak-anak belajar bertanggung jawab sendiri.
Kita hadir bukan untuk menguasai, tapi menuntun mereka dengan kasih sayang.
Sesungguhnya orangtua, anak, cucu semua dipanggil untuk saling menghormati, saling menerima dan memberi nasihat.
Hubungan antar generasi dalam keluarga harus dibangun atas dasar kasih dan damai sejahtera.
Doa: Ya Allah Bapa di Surga, tolong kami untuk saling mengasihi, percaya dan berbagi tanggung jawab dalam keluarga. Jauhkanlah rasa curiga, egois dan saling menyalahkan. Berikan kami semangat kerja sama yang baik. Kiranya kasih-Mu menjadi pengikat yang mempersabJkan kami dalam satu hati dan satu tujuan. Dalam nama Yesus Kristus kami berdoa. Amin.
Baca Juga: RHK GMIM Minggu 6 September 2026,Keluaran 18:13-14 Melayani Tanpa Mengenal Waktu
Baca Juga: RHK GMIM Senin 7 September 2026, Keluaran 18:15 Mencari Petunjuk Tuhan Allah
Baca Juga: RHK GMIM Selasa 8 September 2026, Keluaran 18:16
Baca Juga: RHK GMIM Rabu 9 September 2026, Keluaran 18:17-18 Memberi Dan Menerima Nasihat Demi Kebaikan Bersama
Baca Juga: RHK GMIM Kamis 10 September 2026, Keluaran 18:19-20
Baca Juga: RHK GMIM Jumat 11 September 2026, Keluaran 18:21-24 Memilih Orang Takut Akan Tuhan Allah
Editor : Aprilia Sahari