MANADOPOST.ID-Pemerintah Kota Tomohon memasang target proyeksi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tahun 2026 mendatang sebesar Rp70 Miliar.
Angka tersebut diproyeksi masuk dari pos pajak daerah, retribusi dan pendapatan daerah yang lain yang sah.
Wali Kota Tomohon Caroll Senduk SH ketika diwawancarai awak media, usai gelaran Rapat Paripurna Penyerahan Draf KUA-PPAS APBD Tahun 2026, Jumat (24/10/2025) menyebut, intensifikasi, optimalisasi dan identifikasi sumber-sumber pendapatan daerah yang sebelumnya belum tergarap maksimal. Jadi jurus jitu mendorong penerimaan daerah di tahun depan.
"Pemerintah tidak ada rencana menaikan pajak kepada rakyat, yang ada itu optimalisasi, ekstensifikasi dan intensifikasi. Sumber-sumber pendapatan yang belum tergarap maksimal. Nah itu yang didorong lagi. Jadi tidak ada itu kenaikan," tegas Wali Kota Caroll Senduk didampingi Sekretaris Kota Edwin Roring SE ME, usai
Salah satu poin yang disorot Wali Kota Tomohon dua periode ini, yakni pendapatan daerah lewat Pajak Bumi Bangunan Pedesaan dan Perkotaan atau PBB-P2, dimana masih banyak Wajib Pajak yang belum sadar akan kewajiban tahunan tersebut.
"Saya dapat laporan memang ada itu (Wajib Pajak,red) yang dari tahun ke tahun susah untuk dijangkau. Perangkat di lapangan malah kewalahan hanya untuk mengantarkan SPPT saja. WP itu banyak yang berdomisili di luar Kota Tomohon. Ini saya kira potensi-potensi yang bisa digenjot tahun depan. Kita kemas seluruh kebijakan soal pajak dan retribusi daerah, sebisa mungkin memberikan jaminan juga bagi pelaku usaha. Jadi PAD nya optimal, tapi iklim usaha kota juga kondusif," beber Wali Kota Caroll.
Sembari menambahkan, pentingnya kolaborasi dan sinergi antar seluruh pihak, biar upaya peningkatan kualitas PAD Kota Bunga bisa tercapai.
Meski demikian, target PAD di tahun depan kata Wali Kota Caroll, secara umum nantinya masih akan dikonsultasikan bersama lewat pembahasan di DPRD Kota Tomohon.
"Masyarakat dan pelaku usaha patuh akan kewajibannya. Begitu juga pemerintah dalam pengelolaan PAD nantinya akan dikembalikan untuk pembiayaan program-program kerja strategis. Semisal pembangunan sarana publik, peningkatan layanan kesehatan dan program lain. Yang sasarannya tentu mendorong perbaikan kualitas kesejahteraan masyarakat," kunci Wali Kota Caroll. (yol)
Editor : Julius Laatung