MANADOPOST.ID-- Komitmen dunia pendidikan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir kembali ditunjukkan oleh Poltekkes Kemenkes Manado. Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat – Pengembangan Desa Sehat (PkM-PPDS), Poltekkes Kemenkes Manado menyasar Desa Likupang II, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara.
Kegiatan ini secara resmi dibuka pada 15 April 2026 di Balai Desa Likupang II, dihadiri Camat Likupang Timur Deilby Wahiu, Kepala Puskesmas Likupang dr. Claudia Ponglaba, perwakilan pimpinan Poltekkes Manado, Kepala Desa Meidy J.A. Tambaritji, serta masyarakat setempat.
Ketua pelaksana kegiatan, Semuel Layuk, mengungkapkan bahwa program ini merupakan bentuk tanggung jawab institusi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya nelayan sebagai kelompok rentan di wilayah pesisir.
Berdasarkan hasil identifikasi, sekitar 73 persen nelayan tradisional di Likupang II masih bekerja dalam kondisi yang belum memenuhi standar keselamatan. Rendahnya penggunaan alat pelindung diri (APD) serta minimnya pemahaman terkait keselamatan dan kesehatan kerja (K3) menjadi perhatian utama.
“Selain itu, kami juga menemukan persoalan sanitasi lingkungan, indikasi stunting, serta potensi risiko bencana di wilayah pesisir. Karena itu, program ini dirancang secara komprehensif,” jelas Layuk.
Program ini tidak hanya berfokus pada edukasi, tetapi juga pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. Sejumlah kegiatan yang dilaksanakan meliputi peningkatan kapasitas K3 nelayan, pembentukan kader K3 dan Bantuan Hidup Dasar, edukasi sanitasi lingkungan, pembangunan sarana percontohan, hingga penyaluran alat pelindung diri.
Menariknya, program ini juga menyasar peningkatan ekonomi keluarga melalui pelatihan pengolahan hasil laut. Dalam kegiatan awal yang digelar pada hari pembukaan, para istri nelayan mendapatkan pelatihan mengolah ikan menjadi produk bernilai tambah seperti bakso, nugget, dan sosis ikan.
Dengan mengusung tema “Dari Laut untuk Kesehatan: Keluarga Nelayan Cerdas, Olah Ikan untuk Cegah Stunting dan Tingkatkan Ekonomi”, pelatihan ini memanfaatkan potensi lokal seperti ikan cakalang dan tuna sebagai bahan utama.
Camat Likupang Timur, Deilby Wahiu, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap program tersebut. Ia menilai kegiatan ini sangat relevan karena berbasis pada kebutuhan riil masyarakat nelayan.
“Kami berharap program ini tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga mampu menciptakan kemandirian ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan pimpinan Poltekkes Manado, Joy Sambuaga, menegaskan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Sebagai institusi pendidikan, kami memiliki tanggung jawab untuk hadir di tengah masyarakat, memberikan solusi nyata, serta memberdayakan melalui ilmu pengetahuan dan teknologi,” tegasnya.
Program ini akan berlangsung hingga Juli 2026 dengan melibatkan berbagai jurusan di Poltekkes Manado serta kolaborasi lintas institusi, termasuk Poltekkes Gorontalo. Selain dosen, mahasiswa juga turut dilibatkan dalam kegiatan ini sebagai bagian dari proses pembelajaran berbasis praktik lapangan.
Dengan pendekatan terpadu yang menggabungkan aspek kesehatan, keselamatan kerja, dan pemberdayaan ekonomi, program ini diharapkan mampu menjadi model pengembangan desa sehat berbasis masyarakat pesisir di Sulawesi Utara. (Asyer Rokot)
Editor : Asyer Rokot