Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dari Sulawesi, Melangkah untuk Masa Depan Bumi

A
Penulis: ALengkong❯
Ilustrasi
Ilustrasi

Advertisement

MANADO – Di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap perubahan iklim dan kerusakan lingkungan, sebuah seruan datang dari Sulawesi Utara menjelang Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (COP31) yang dijadwalkan berlangsung di Antalya, Turki, pada 9–20 November 2026.

Seruan tersebut disampaikan Jusuf Daniel Kalengkongan melalui surat terbuka kepada para pemimpin dunia. Ia mengajak masyarakat internasional untuk tidak sekadar membicarakan perubahan iklim dalam forum diplomatik, tetapi juga menghadirkan tindakan nyata guna melindungi hutan, sumber air, dan kehidupan generasi mendatang.

Melalui gerakan yang menghubungkan dua generasi, Jusuf berencana berjalan mundur sebanyak 1.000 langkah setiap hari selama berlangsungnya COP31. Sementara itu, putranya, David Caleb Kalengkongan, yang baru berusia 14 tahun, direncanakan menempuh perjalanan sekitar 157 kilometer melintasi Sulawesi Utara pada Desember 2026.

Advertisement

Keduanya membawa pesan yang sama: mengingat alam yang pernah ada, memahami kerusakan yang sedang terjadi, dan memperjuangkan masa depan lingkungan yang lebih baik.

Mengenang Sulawesi Utara Setengah Abad Silam

Bagi Jusuf, kepedulian terhadap lingkungan berawal dari pengalaman pribadinya tumbuh di tengah kekayaan alam Sulawesi.

Advertisement

Sekitar 50 tahun lalu, ia mengenang hutan yang masih lebat, sungai yang mengalir deras, serta keanekaragaman flora dan fauna yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

Sulawesi sendiri merupakan bagian dari kawasan Wallacea, wilayah biogeografi yang dikenal memiliki keanekaragaman hayati dan spesies endemik yang khas.

Namun, pemandangan alam yang tersimpan dalam ingatannya kini dinilai semakin terancam.

Dalam surat terbukanya, Jusuf menggambarkan kondisi lingkungan Sulawesi Utara yang menurut pengamatannya menghadapi tekanan akibat kekeringan berkepanjangan, suhu panas, kebakaran hutan, dan kabut asap.

Ia juga menyoroti berkurangnya ketersediaan air yang berdampak terhadap kegiatan pertanian dan pasokan bahan pangan.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Manado PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Hari Lingkungan Sedunia, Bupati Oskar Turun Langsung Bersihkan Pantai dan Umumkan TPST Boltim

Hari Lingkungan Sedunia, Bupati Oskar Turun Langsung Bersihkan Pantai dan Umumkan TPST Boltim

Bupati Oskar Manoppo pimpin aksi bersih pantai di Tutuyan III dan umumkan pembangunan TPST Boltim yang ditargetkan selesai 2027.

Saatnya Bekerja untuk Iklim, PLN UIP3B Sulawesi Tanam 470 Pohon Produktif di Hari Lingkungan Hidup

Saatnya Bekerja untuk Iklim, PLN UIP3B Sulawesi Tanam 470 Pohon Produktif di Hari Lingkungan Hidup

Saatnya Bekerja untuk Iklim, PLN UIP3B Sulawesi Tanam 470 Pohon Produktif di Hari Lingkungan Hidup

Ini Skema Keringanan Pajak Kendaraan Bermotor, Bapenda Bitung: Ayo Manfaatkan Program Kejutan Natal

Ini Skema Keringanan Pajak Kendaraan Bermotor, Bapenda Bitung: Ayo Manfaatkan Program Kejutan Natal

Kabar baik bagi pemilik kendaraan bermotor di Sulawesi Utara (Sulut). Menyambut Hari Raya Natal 2026, Pemprov Sulut menghadirkan program

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer