
Medy Pasoy, Kepala Seksi Pelayanan Desa Nunu Utara, saat ditemui di Kantor BPBD Talaud, Rabu (4/6), menjelaskan bahwa banjir berasal dari luapan air yang terjadi di area sungai mati yang melintasi dusun tersebut.
“Ketika hujan turun deras dan berlangsung lama, daerah ini memang rawan banjir. Pada Selasa kemarin, hujan terjadi hampir seharian, mulai pukul 10 pagi hingga 6 sore tanpa henti. Akibatnya, air meluap dan merendam rumah warga dengan ketinggian hingga mencapai lutut orang dewasa,” ungkap Pasoy.
Ia menegaskan, meskipun tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, dampak banjir cukup menyulitkan aktivitas warga.
“Kami bersyukur tidak ada korban jiwa. Namun kami berharap agar Pemerintah Daerah bisa memberikan perhatian lebih. Tidak hanya bantuan untuk korban terdampak, tetapi juga solusi jangka panjang agar banjir seperti ini tidak terus berulang,” ujarnya.
Pasoy juga meminta agar dilakukan langkah konkret seperti normalisasi aliran sungai, pembangunan drainase, atau infrastruktur pengendali banjir lainnya, agar masyarakat tidak terus menjadi langganan genangan air saat musim hujan.
Warga terdampak saat ini masih membersihkan rumah dari sisa lumpur dan air yang masuk, sambil menunggu bantuan logistik dari pemerintah.(del)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




