BNPB Turun Langsung ke Bitung Lakukan Asesmen Cepat Pasca Gempa 7,6 Magnitudo, 41 Bangunan Terdampak

Franky Sumaraw • Dipublikasikan Jumat, 3 April 2026 | 20:37 WIB
BNPB turun langsung di salah satu lokasi terdampak gempa bumi di Kota Bitung.(Dok Istimewa)
BNPB turun langsung di salah satu lokasi terdampak gempa bumi di Kota Bitung.(Dok Istimewa)

MANADOPOST.ID–Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan respons cepat dengan turun langsung ke lokasi terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 di Kota Bitung, Sulawesi Utara, Jumat (3/4/2026).

Pemantauan lapangan dipusatkan di Kelurahan Manembo-nembo Tengah, Kecamatan Matuari, sebagai salah satu wilayah yang terdampak, guna melakukan asesmen cepat terhadap kerusakan infrastruktur serta mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat pasca gempa yang terjadi sehari sebelumnya.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, bersama Plt Inspektur III BNPB Kombes Pol Deden Nurhidayatullah, hadir langsung di lokasi atas arahan Kepala BNPB.

Dalam kunjungan tersebut, tim BNPB melakukan koordinasi intensif dengan Wali Kota Bitung Hengky Honandar serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk unsur TNI dan Polri.

Berdasarkan data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah pusat kini tengah memetakan skala prioritas bantuan untuk mempercepat proses pemulihan di wilayah terdampak.

BNPB menegaskan komitmennya untuk memberikan dukungan penuh kepada Pemerintah Kota Bitung.

Bantuan yang disiapkan mencakup logistik permakanan dan non-permakanan, peralatan kebencanaan, pengerahan personel tambahan, hingga dukungan anggaran darurat sesuai arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Tim gabungan hingga saat ini masih terus melakukan pendataan lanjutan di lapangan untuk memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan penanganan yang layak dan merata.

Sementara itu, Wali Kota Bitung Hengky Honandar menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan pemerintah pusat melalui BNPB.

Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan data sementara, terdapat 41 bangunan yang mengalami kerusakan, baik rumah warga maupun fasilitas umum.

“Kerusakan yang terjadi tidak terlalu signifikan dan masih dapat ditangani oleh pemerintah kota,” ujar Hengky Honandar.

Meski demikian, pemerintah daerah tetap bergerak cepat dengan melakukan pendataan lanjutan serta menyiapkan langkah intervensi guna mempercepat pemulihan infrastruktur dan pelayanan kepada masyarakat.

Wali Kota juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi situasi darurat seperti bencana gempa bumi.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam memastikan penanganan berjalan cepat, tepat, dan terkoordinasi.

BNPB turut mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa susulan, serta selalu mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan otoritas kebencanaan.

Dengan sinergi yang solid antara BNPB dan Pemerintah Kota Bitung, diharapkan proses pemulihan pascabencana dapat berjalan optimal, sehingga aktivitas masyarakat dapat segera kembali normal.(fys)

Editor : Franky Sumaraw
Prabowo Subianto Gempa bumi BNPB Hengky Honandar bitung